Liga indonesia

Bola Mati Tumbangkan Pelita

Kompas.com - 24/01/2012, 03:56 WIB

Solo, Kompas - Pelita Jaya kembali menuai kekalahan saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Senin (23/1).

Pelita yang kini dilatih oleh Rahmad Darmawan kalah 0-2 dari Persija, menyusul kekalahan di kandang Mitra Kukar awal pekan lalu. Dalam dua laga itu, Pelita kebobolan melalui bola- bola mati yang gagal diantisipasi.

”Pekerjaan rumah kami adalah bagaimana agar tidak lengah terhadap bola-bola mati. Kekalahan lalu dari Mitra Kukar 0-1 juga berawal dari tendangan pojok,” kata Rahmad.

Debut Rahmad melatih Pelita Jaya belum mampu memberi kemenangan bagi klub berjuluk ”The Young Guns” itu. Namun, Rahmad menolak kekalahan ini sebagai akibat proses transisi.

Rahmad menandatangani kontrak dua tahun melatih Pelita pada 19 Januari. Mantan pelatih tim nasional U-23 ini diharapkan mempersembahkan gelar juara bagi Pelita seperti saat melatih Persipura dan Sriwijaya FC.

”Apa pun hasilnya, ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Saya mengapresiasi pemain dan kepelatihan sebelum ini,” kata Rahmad seusai pertandingan.

Sebaliknya, Rahmad memuji permainan Persija yang lebih taktis dan sabar. Strategi yang dilancarkannya mentah menghadapi permainan Persija yang mampu keluar dari tekanan dan balik menyerang.

Pelatih Persija Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, secara pribadi ia sangat merasa bahagia karena berhasil ”mengalahkan” Rahmad Darmawan. Ia juga puas karena instruksinya agar para pemain bermain disiplin dalam menyerang dan menjaga pertahanan dijalankan dengan baik.

”Mungkin saya agak norak, tetapi saya merasa menjadi orang yang paling berbahagia hari ini. Semua pelatih sudah saya kalahkan, hanya coach Rahmad Darmawan yang belum, dan hari ini saya peroleh kemenangan atas coach Rahmad,” kata Iwan.

Tendangan bebas

Pelita memindahkan lokasi pertandingan ke Solo karena tidak mendapat izin pertandingan di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Gol pertama Persija Jakarta tercipta pada menit keempat melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Octavianus. Bola lengkung yang berusaha dibuang oleh Safee Sali melalui sundulan kepala itu justru membentur tubuhnya dan meluncur ke sudut kiri gawang Pelita.

Kiper Pelita, I Made Kadek Wardana, kembali kebobolan pada menit ke-56. Gol kedua Persija ini juga berawal dari bola mati. Penyerang Pedro Javier menyundul bola tendangan pojok Ismed Sofyan yang meluncur deras ke gawang Pelita.

Persema menang

Pada laga lanjutan Liga Primer Indonesia, tuan rumah Persema Malang unggul 4-1 atas PSMS Medan.

Penyerang Persema, Emile Bertrand Mbamba, mencetak hattrick yang membuat meriah Stadion Gajayana. Pemain bertahan asal Latvia, Dennis Kacanovs, menyumbang satu gol bagi Persema. Gol tunggal PSMS Medan dicetak oleh Andre Abu Bakar.

Pada laga sebelumnya, pimpinan klasemen Liga Primer Indonesia, Semen Padang, menundukkan Arema 3-1 di Stadion Agus Salim, Padang. Ini kekalahan pertama Arema pada musim ini. (EKI/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau