Imlek 2563/2012

Perayaan Imlek di Berbagai Kota di Indonesia Lancar

Kompas.com - 24/01/2012, 06:34 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Perayaan Imlek 2563, Senin (23/1/2012), di sejumlah kota di Indonesia berjalan lancar dan tanpa insiden meskipun hujan yang lazim terjadi pada tahun baru China secara umum tidak terjadi di sejumlah daerah.

Di Aceh, situasi politik yang memanas menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) juga tidak memengaruhi perayaan Imlek. Di Jakarta, ribuan orang memadati kompleks Wihara Dharma Bakti di Jalan Petak Sembilan, Jakarta Barat, untuk merayakan Imlek.

Warga Tionghoa bersembahyang, membakar dupa dan lilin, serta melepaskan burung ke udara. Warga mengharapkan rezeki melimpah, kebahagiaan bagi keluarga, dan perdamaian bangsa. ”Kami hampir setiap tahun kemari saat Imlek untuk bersembahyang bersama-sama dengan keluarga,” kata Ferdi, pengunjung Wihara Dharma Bakti.

Jumlah jemaat yang merayakan Imlek di wihara terbesar di Banda Aceh, yaitu Dharma Bakti, pun tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tak kurang dari 2.100 warga Tionghoa datang bersembahyang. Sekretaris Yayasan Wihara Dharma Bakti Gho Ching San atau Hasan mengatakan, datangnya Tahun Naga Air menjadi alasan utama meningkatnya jumlah warga yang bersembahyang di wihara itu.

”Warga datang bersembahyang untuk memohon keselamatan supaya tidak terjadi bencana, kerusuhan, semuanya aman, dan rezeki lancar,” ujar Gho Ching San. Kisruh politik yang saat ini terjadi di Aceh, katanya, tidak memengaruhi animo warga bersembahyang. Justru warga berdoa agar hajatan pilkada berlangsung aman.

Di Cirebon, warga Tionghoa menyambut Imlek 2563 dengan harapan kedamaian dan terhindar dari bencana. Mereka juga berharap terjalin hubungan yang kian erat antarwarga tanpa melihat suku, agama, ras, dan golongan. Budayawan Tionghoa Cirebon, Jeremy Huang, Senin, mengatakan, keberadaan etnis Tionghoa di Cirebon menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan dan sejarah kota pesisir tersebut.

Kemeriahan yang sama terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun, Senin pukul 09.00, sebanyak 12 rumah dan toko di Pasar Seruni, Pontianak timur, musnah dilalap api.

Kepala Kepolisian Sektor Pontianak Timur Ajun Komisaris Heryanto mengatakan, api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik. ”Semua ruko dalam kondisi tutup saat kejadian. Api terlihat berasal dari lantai dua,” ujar Heryanto.

Secara khusus, umat Katolik warga Tionghoa di Merauke, Papua, mengikuti misa Imlek yang dipusatkan di Gereja Santo Yosef, Merauke, Minggu. Misa Imlek dipimpin oleh pastor paroki, Yohanes Salaki, MSC, dan Vikjen Keuskupan Agung Merauke, A Miller Senduk, MSC.

Misa Imlek itu tidak hanya diikuti warga Tionghoa, tetapi juga umat Katolik dari berbagai etnis. Aksi barongsai di halaman gereja yang dimulai setelah misa selesai turut menyemarakan suasana. Khusus anak-anak, selain mendapat pemberkatan, juga menerima pembagian angpau dari panitia.

Di Kota Surabaya, warga Tionghoa menyambut Imlek dengan berdoa di kelenteng. Pusat perbelanjaan dan tempat hiburan dipadati pengunjung. Di Kelenteng Hok An Kiong di Jalan Coklat, Surabaya, semarak Imlek dimulai pada Minggu malam.

Juru kunci Kelenteng Hok An Kiong, Ong Khing Ngik, menuturkan, sembahyang biasanya berlangsung malam menjelang tahun baru dan berlanjut keesokan hari.

Imlek tidak hanya dirayakan di Kelenteng Eng An Kiong, Malang, sebagai sentra budaya Tionghoa, tetapi juga di pusat perbelanjaan di Malang. Barongsai dipertunjukkan sebagai atraksi utama sepanjang Senin di MX Mall, Malang.

Perayaan Imlek di Kota Palu, Sulawei Tengah, berlangsung aman dan khidmat. Walau tak seramai di kota lain, umat Buddha tetap menyambut Imlek dengan penuh semangat dan detik-detik pergantian tahun juga diwarnai letusan kembang api dan petasan di beberapa tempat.

Kota Bandung menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan libur panjang akhir pekan Imlek. Aktivitas tersebut tidak terganggu dengan hujan bercampur angin yang mengguyur selama dua hari.

Menurut pantauan Kompas, lalu lalang wisatawan sudah terjadi sejak Sabtu dan berakhir pada Senin petang. Pusat perbelanjaan, seperti di Jalan LLRE Martadinata dan Jalan Setiabudi, menjadi sasaran kunjungan wisatawan.

”Bangsa Indonesia saat ini masih mengalami banyak masalah. Kami berharap dengan perayaan yang sederhana bisa menciptakan angin perbaikan dan solidaritas sesama warga Indonesia,” kata Ketua Majelis Tri Darma Wihara Avalokitesvara, Tasikmalaya, Andri W.

Perayaan Imlek di Manado, Bitung, dan Minahasa berlangsung semarak meski hujan deras turun hanya setengah jam menjelang pukul 24.00.
(HAN/REK/ODY/CHE/ELD/ZAL/AHA/ETA/ARA/WIE/RWN/EGI/REN/FRO)

Selengkapnya baca KOMPAS Cetak

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau