Alkohol dan Ekstasi Ganggu Kesadaran

Kompas.com - 24/01/2012, 07:49 WIB

Jakarta, Kompas - Alkohol maupun ekstasi bisa menurunkan kewaspadaan dan mengganggu pengaturan jarak pandang. Efek dua zat adiktif itu terasa sampai 24 jam setelah dikonsumsi.

Demikian penjelasan dokter ahli kesehatan jiwa Danardi Sosrosumihardjo dari Klinik Iqoni Rumah Sakit Premier Jatinegara, Senin (23/1), di Jakarta. Pengaruh itu mungkin yang memicu terjadinya kecelakaan di Jalan M Ridwan Rais, Jakarta Pusat, yang mengambil sembilan korban jiwa.

Menurut keterangan polisi, Apriyani Susanti, pengemudi mobil yang menabrak para pejalan kaki, Minggu, mengonsumsi pil ekstasi bersama tiga temannya yang juga berada di dalam kendaraan itu Minggu dini hari. Sebelumnya, Sabtu malam, mereka minum bir dan wiski.

Menurut Danardi, pemakaian alkohol bersama ekstasi menimbulkan efek saling menguatkan. Kalaupun yang mengonsumsi tidak ambruk atau tertidur, kesadaran mereka terganggu.

”Pengguna ekstasi maupun alkohol terganggu kesadarannya serta kemampuan mengukur jarak,” katanya.

Menurut situs www.drinkaware.co.uk, alkohol adalah salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Alkohol bersifat depressant sehingga memengaruhi kerja otak. Konsumsi alkohol mengganggu penilaian dan pertimbangan, memperlambat reaksi, keseimbangan, dan koordinasi tubuh, jarak pandang dan pendengaran, serta kehilangan konsentrasi dan mengantuk.

Data menunjukkan, terjadi 460 kematian akibat pengemudi mabuk tahun 2007. Selanjutnya, ada 1.760 kasus luka serius dan 12.260 luka ringan. Catatan lain, mabuk menyebabkan kecelakaan di tempat kerja, di rumah, kebakaran, dan tenggelam.

Adapun ekstasi (3,4-methylenedioxymethamphetamine) memicu euforia, perasaan senang, meningkatkan energi dan stamina, serta menghilangkan kecemasan. Di luar kelebihan itu, sebagaimana halnya alkohol, ekstasi dilaporkan memengaruhi kesadaran, menimbulkan distorsi penglihatan dan pendengaran, serta halusinasi.

Karena efek itu, pengguna zat- zat tersebut tidak boleh mengemudikan kendaraan, mengoperasikan peralatan yang memerlukan kesadaran penuh, ataupun melakukan aktivitas yang bisa membahayakan dirinya maupun orang lain. (ATK)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau