BK Periksa Konsultan Perencana Ruang Banggar

Kompas.com - 24/01/2012, 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) meminta penjelasan konsultan perencana proyek renovasi ruang kerja Badan Anggaran DPR atau Banggar DPR, yakni PT Gubah Laras. BK meminta penjelasan mulai dari awal perencanaan renovasi.

"Kita periksa konsultan perencana. Ini untuk melengkapi keterangan Banggar, BURT, dan Kesekjenan," kata Ketua BK M Prakosa di Komplek DPR, Selasa (24/1/2012).

Sebelumnya, BK telah meminta penjelasan pimpinan BURT dan Sekretariat Jenderal secara tertutup. BK juga telah mengecek kondisi renovasi ruang kerja Banggar yang hampir rampung.

Sebagai perencana, PT Gubah Laras mendapat bayaran sebesar Rp 565.500.000. Ketua DPR Marzuki Alie mengkritik besarnya biaya konsultan itu. Pihak Setjen DPR menyebut bahwa konsultan perencana yang merekomendasikan spesifikasi barang-barang mewah untuk ruang Banggar. Setelah itu, pimpinan DPR yang menentukan barang.

Sebenarnya, renovasi ruangan seluas 780 meter persegi itu hanya membutuhkan dana Rp 2,7 miliar sesuai ketentuan pemerintah. Lantaran barang mewah seperti kursi impor seharga Rp 24 juta per uni, biaya pun akhirnya membengkak.

Namun, BK tetap mencurigai adanya penyimpangan lantaran berdasarkan pengamatan diperkirakan bahwa renovasi tak menghabiskan dana Rp 20,3 miliar. Saat itu, proyek tersebut tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau