JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) meminta penjelasan konsultan perencana proyek renovasi ruang kerja Badan Anggaran DPR atau Banggar DPR, yakni PT Gubah Laras. BK meminta penjelasan mulai dari awal perencanaan renovasi.
"Kita periksa konsultan perencana. Ini untuk melengkapi keterangan Banggar, BURT, dan Kesekjenan," kata Ketua BK M Prakosa di Komplek DPR, Selasa (24/1/2012).
Sebelumnya, BK telah meminta penjelasan pimpinan BURT dan Sekretariat Jenderal secara tertutup. BK juga telah mengecek kondisi renovasi ruang kerja Banggar yang hampir rampung.
Sebagai perencana, PT Gubah Laras mendapat bayaran sebesar Rp 565.500.000. Ketua DPR Marzuki Alie mengkritik besarnya biaya konsultan itu. Pihak Setjen DPR menyebut bahwa konsultan perencana yang merekomendasikan spesifikasi barang-barang mewah untuk ruang Banggar. Setelah itu, pimpinan DPR yang menentukan barang.
Sebenarnya, renovasi ruangan seluas 780 meter persegi itu hanya membutuhkan dana Rp 2,7 miliar sesuai ketentuan pemerintah. Lantaran barang mewah seperti kursi impor seharga Rp 24 juta per uni, biaya pun akhirnya membengkak.
Namun, BK tetap mencurigai adanya penyimpangan lantaran berdasarkan pengamatan diperkirakan bahwa renovasi tak menghabiskan dana Rp 20,3 miliar. Saat itu, proyek tersebut tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang