DUBAI, Kompas.com — Legenda sepak bola Diego Maradona yang kini menangani klub Al-Wasl menepis tuduhan dirinya anti terhadap pemain-pemain asal Brasil.
Tuduhan terhadap Maradona ini dilontarkan mantan pemain Al-Wasl asal Brasil, Pires da Silva. Menurut Da Silva, Maradona tidak pernah mau berbicara dengan pemain dan anggota staf klub yang berasal dari Brasil. "Bahkan, Alexandre Oliviera yang telah bekerja selama lima tahun ikut dipecat," kata Silva.
Namun, Maradona yang telah membawa Argentina menjadi juara dunia 1986 membantah tuduhan ini. "Saya kaget dengan tuduhan ini. Saya belum pernah bertemu dengan Alex Pires (Da Silva) ini. Saya juga tidak punya kekuasaan untuk memecat orang-orang Al Wasl. Bahkan, saat ini saya bekerja bersama pelatih kebugaran asal Brasil, Cacau, yang saya ambil buat tim U-19," kata Maradona.
"Para pemain mengatakan sesuatu dan media menuliskan secara salah untuk memainkan pikiran pembaca. Jika saya bertemu penulisnya, saya akan menghajarnya," kata mantan pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Napoli ini.
Sebelumnya, Al-Wasl telah membantah berita yang menyebut Maradona menolak membubuhkan tanda tangan kepada penggemar ciliknya yang mengenakan kostum timnas Brasil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang