Maradona Dituduh Anti Brasil

Kompas.com - 24/01/2012, 13:32 WIB

DUBAI, Kompas.com — Legenda sepak bola Diego Maradona yang kini menangani klub Al-Wasl menepis tuduhan dirinya anti terhadap pemain-pemain asal Brasil.

Tuduhan terhadap Maradona ini dilontarkan mantan pemain Al-Wasl asal Brasil, Pires da Silva. Menurut Da Silva, Maradona tidak pernah mau berbicara dengan pemain dan anggota staf klub yang berasal dari Brasil.  "Bahkan, Alexandre Oliviera yang telah bekerja selama lima tahun ikut dipecat," kata Silva.

Namun, Maradona yang telah membawa Argentina menjadi juara dunia 1986 membantah tuduhan ini. "Saya kaget dengan tuduhan ini. Saya belum pernah bertemu dengan Alex Pires (Da Silva) ini. Saya juga tidak punya kekuasaan untuk memecat orang-orang Al Wasl. Bahkan, saat ini saya bekerja bersama pelatih kebugaran asal Brasil, Cacau, yang saya ambil buat tim U-19," kata Maradona.

"Para pemain mengatakan sesuatu dan media menuliskan secara salah untuk memainkan pikiran pembaca. Jika saya bertemu penulisnya, saya akan menghajarnya," kata mantan pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Napoli ini.

Sebelumnya, Al-Wasl telah membantah berita yang menyebut Maradona menolak membubuhkan tanda tangan kepada penggemar ciliknya yang mengenakan kostum timnas Brasil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau