Pramono: Razia Tempat Hiburan!

Kompas.com - 24/01/2012, 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung mendesak kepolisian melakukan razia di seluruh tempat hiburan, khususnya di Jakarta, yang memberikan kebebasan kepada pengunjungnya untuk menggunakan narkoba atau minuman keras.

Desakan itu disampaikan Pramono menyikapi insiden "Xenia Maut" yang merenggut sembilan nyawa di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Pengemudi Xenia, Afriyani Susanti (29), ternyata menggunakan narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta.

"Perlu ada razia cukup besar di sejumlah tempat hiburan yang memberikan kebebasan untuk menggunakan narkoba, miras, dan sebagainya yang kemudian menimbulkan korban cukup banyak," kata Pramono di Kompleks DPR, Selasa (24/1/2012).

Pramono juga meminta kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk memikirkan cara melindungi pejalan kaki. Menurut Pramono, sterilisasi trotoar untuk pejalan kaki belum menyeluruh dilakukan.

"Tidak ada kesalahan apa-apa dari sembilan korban itu. Mereka sudah pada posisi tepat untuk jalan kaki," kata politisi dari PDI-P itu.

Jika melihat banyaknya kesalahan yang dilakukan Afriyani serta jumlah korban tewas, lanjut Pramono, yang bersangkutan memang harus dikenai pasal berlapis serta dihukum maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau