Warga Tanah Merah Gantung "Bra" di Depan Kemdagri

Kompas.com - 24/01/2012, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2012). Dalam aksi itu, warga menggantungkan ratusan bra di gerbang Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) sebagai simbolisasi ketidakberanian Gamawan Fauzi untuk memfasilitasi warga mendapatkan KTP sesuai domisili.

Ratusan warga Tanah Merah tersebut merasa kesal karena tidak kunjung difasilitasi dalam pembuatan KTP. Sebelumnya, Kemdagri pernah membuat Surat Edaran Nomor 471.13/2335/SJ Tanggal 22 Juni 2011 yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia tentang akses mendapat KTP. Namun, surat edaran tersebut ditolak Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan alasan warga menempati lahan milik pihak lain.

Kepada Kompas.com, koordinator aksi, Aris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kementerian Dalam Negeri karena dianggap tidak berani menindak kebijakan Fauzi Bowo (Foke). "Karena begini, Gamawan Fauzi, kan, posisinya atasannya gubernur, tetapi dengan tegas Foke menolak perintah Gamawan, mangkanya kami analogikan Gamawan seperti banci karena tak berani kepada Foke," ujarnya di lokasi aksi.

Ia mengungkapkan, jika Kementerian Dalam Negeri tak kunjung memfasilitasi warga Tanah Merah mendapatkan KTP, maka pihaknya akan menambah masa dan menutup jalan hingga tuntutannya terpenuhi. Berdasarkan pantauan Kompas.com, aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut tidak menyebabkan kemacetan karena arus lalu lintas dari arah Monas menuju Istiqlal tergolong sepi. Namun, aksi tersebut tetap dipantau pihak Kepolisian Sektor Gambir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau