Kualifikasi thomas-uber

Kejar Poin, China Ikut Kualifikasi

Kompas.com - 24/01/2012, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) mempertanyakan keikutsertaan China dalam kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2012 karena juara bertahan Piala Thomas sekaligus tuan rumah putaran final tersebut sudah otomatis lolos.
    
"Kami sudah mempertanyakan kepada BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) mengenai keikutsertaan China karena sebagai juara bertahan Piala Thomas dan tuan rumah, mereka sudah otomatis lolos ke putaran final," ujar Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto dalam temu pers di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
    
Yacob mengatakan, jawaban yang diberikan BWF adalah, di dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) BWF tidak ada aturan yang melarang tuan rumah atau juara bertahan untuk mengikuti kualifikasi, sekalipun sudah otomatis mendapat tempat pada putaran final. "China ternyata lebih memilih melepaskan hak tersebut dan mengikuti kualifikasi, baik pada Piala Thomas, maupun Piala Uber," ungkap Yacob.

Menurut siaran pers dari Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC), kualifikasi Piala Thomas dan Uber untuk zona Asia akan digelar di Makau pada 13-19 Februari dengan diikuti oleh 14 negara, termasuk di dalamnya tuan rumah China.

Zona Asia akan memperebutkan empat tempat (di luar juara bertahan China) untuk Thomas dan tiga tempat (di luar tuan rumah China dan juara bertahan Korea untuk Uber) dari 12 negara yang berhak mengikuti putaran final yang akan berlangsung di Wuhan, China, 20-27 Mei.
    
Meski China ikut kualifikasi, Yacob mengatakan, hal itu tidak mempengaruhi jumlah tempat yang diperebutkan karena otomatis jatah untuk tuan rumah dan juara bertahan Piala Thomas hilang dan bisa diperebutkan dalam kualifikasi.

"Yang jadi masalah adalah, jika China tidak lolos kualifikasi, maka apakah hak mereka sebagai tuan rumah bisa dikembalikan karena, tidak lazim, tuan rumah tidak punya wakil dalam suatu kejuaraan. Itu yang akan kami pertanyakan kembali kepada BWF," tambah Yacob.
    
Disebutkan bahwa China mengikuti kualifikasi Piala Thomas dan Uber karena mengejar poin untuk kualifikasi Olimpiade London yang akan berlangsung pada Juli-Agustus 2012.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau