BOGOR, KOMPAS.com — Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan, rapat Dewan Pembina yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Selasa (24/1/2012) malam, membahas soal kemajuan partai. Jajaran Dewan Pembina tak membahas kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011 yang membelit Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.
"Ya, kita tahulah, kalau partai lain sudah siap untuk melangkah maju, maka Partai Demokrat juga perlu ambil langkah supaya maju ke depan terus," kata Andi kepada para wartawan seusai rapat di Cikeas. Andi mengatakan, pada rapat tersebut, jajaran anggota Dewan Pembina memberikan pandangan soal dinamika partai kepada SBY.
Sebelum memberikan pandangan, jajaran anggota Dewan Pembina terlebih dahulu melakukan pertemuan. Pertemuan itu berlangsung pada Senin (23/1/2012) kemarin. Andi mengatakan, rapat tersebut merupakan rapat rutin yang digelar partai pemenang Pemilu 2009 tersebut. Turut dibahas pada rapat tersebut adalah hal-hal umum yang strategis. Sayangnya, Andi, yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, tak merinci hal-hal strategis tersebut.
Sebelumnya, anggota Dewan Pembina, Syarifuddin Hasan, mengatakan, rapat turut membahas posisi Anas. Kepemimpinan Anas beserta kasus hukumnya dipandang telah berimplikasi pada citra partai pemenang Pemilu 2009 itu.
"(Kepemimpinan Anas) membuat kita (Partai Demokrat) suka jadi bahan ulasan di media sehingga ada satu pencitraan bahwa seakan-akan Partai Demokrat terbawa-bawa. Ini yang tidak kita kehendaki," kata Syarifuddin Hassan kepada para wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa.
Syarif mengatakan, jajaran pengurus PD akan mengklarifikasi terkait kasus korupsi tersebut. "Selama ini kan tidak terang benderang, apakah terlibat atau tidak terlibat. Ini kan akhirnya bawa citra pada partai kurang bagus," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang