JAKARTA, KOMPAS.com — Ada peristiwa lucu pada dialog yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama pegiat antikorupsi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1/2012). Presiden sempat menunjukkan jajaran foto-foto Presiden RI terdahulu yang dipampang di pilar-pilar Istana Negara.
"Masih banyak yang kosong di 2014. Masih bisa diisi," kata Presiden sembari menunjuk ke beberapa pilar yang kosong kepada para hadirin yang hadir.
Turut hadir pada dialog itu antara lain, Koordinator Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko, Sekretaris Jenderal Transparancy Internasional Indonesia Teten Masduki, Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan.
Dari jajaran penegak hukum dan pemerintah hadir, antara lain Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf, Jaksa Agung Basrief Arief, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Beberapa hadirin terlihat tersenyum dengan guyonan Presiden. Pada pertemuan itu, Presiden hendak menghimpun kritikan dan masukan terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Presiden sadar bahwa pemerintah masih banyak pekerjaan rumah terkait pemberantasan korupsi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang