JAKARTA, KOMPAS.com - Harga kakao berjangka mengalami kenaikan, pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures New York.
Harga kakao menguat ke posisi tertinggi dalam delapan minggu belakangan, di tengah spekulasi bahwa pasokan dari Pantai Gading akan mengalami penurunan.
Petani kakao di Pantai Gading menyatakan bahwa produksi kakao dapat terganggu akibat kondisi cuaca yang kurang baik. Angin harmattan yang mulai berembus saat ini, diperkirakan akan membawa kekeringan dan debu dari kawasan Gurun Sahara. Kondisi ini akan mengakibatkan terganggunya produksi kakao di Negara tersebut.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret, tampak mengalami peningkatan tajam. Harga kontrak paling aktif ini mengalami peningkatan sebesar 6,4 persen dan berakhir pada posisi 2.413 dollar AS per metric ton.
Sementara itu harga kakao sempat mencapai posisi 2. 425 dollar AS per ton, yang merupakan harga paling tinggi sejak tanggal 28 November.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang