PSSI Seleksi Ulang Timnas Pra-Piala Dunia

Kompas.com - 25/01/2012, 20:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana untuk menyeleksi ulang sejumlah pemain timnas Indonesia yang akan bertanding dalam laga terakhir Pra-Piala Dunia (PPD) Zona Asia Grup E melawan Bahrain, pada 29 Februari mendatang. Pemain-pemain tersebut rencananya akan terlebih dahulu mengikuti training camp di Cibubur pada Minggu (29/1/2012).

"Timnas untuk PPD akan berkumpul di Cibubur bersama pelatih Aji Santoso. Ada sekitar 30 pemain yang akan dipanggil untuk disaring menjadi 18 pemain. 80 persen pemain baru, sedangkan 20 persen pemain dari skuad lama," ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Bob menuturkan, sejumlah peserta yang akan menjalani proses seleksi itu nantinya murni adalah pemain Indonesia Premier League (IPL). Menurutnya, 80 persen yang akan ikut proses seleksi adalah pemain yang diambil dari timnas U-23, sedangkan 20 persen sisanya adalah pemain-pemain senior.

"Jadi 80 persen pemain-pemain baru itu akan diambil dari klub-klub yang ikut berkompetisi IPL. Dari 80 persen yang baru menjalani proses seleksi, 30 persennya pemain-pemain yang benar-benar baru masuk timnas. Dan pemain-pemain tersebut diambil dari pemain usia 23 tahun yang main di klub-klub IPL," jelasnya.

Pelatih Aji Santoso mengatakan, PSSI kini telah mengantongi 10 nama yang sebelumnya sudah didaftarkan ke AFC dan FIFA. Menurutnya, proses seleksi nanti adalah untuk mencari delapan pemain untuk melengkapi 10 nama yang akan dibawa ke Bahrain.

"Jadi mulai tanggal 30 Januari sampai 3 Februari, proses penyeleksian baru dimulai. 10 pemain sudah kami dapatkan, mereka adalah pemain-pemain yang sudah didaftarkan ke AFC dan FIFA. Untuk itu kami akan cari delapan pemain untuk melengkapi 18 nama. Pemain-pemain sendiri sudah kami hubungi sejak tiga hari yang lalu," kata Aji.

Pertandingan melawan Bahrain dalam PPD ini adalah laga terakhir timnas Indonesia. Skuad yang sebelumnya dipimpin oleh Wim Rijsbergen tersebut saat ini terpuruk di dasar kelasemen Grup E, karena mengalami lima kekalahan.

Di pertandingan pertama, timnas Indonesia harus bertekuk lutut di hadapan timnas Iran dengan skor 0-3 dan 1-4 di Gelora Bung Karno. Setelah itu, timnas kembali ditumbangkan Bahrain 0-2 di Gelora Bung Karno. Pertandingan ketiga menghadapi Qatar di GBK, timnas juga kalah dengan skor 2-3, dan 0-4 saat tandang ke Qatar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau