Daerah di Banten Perlu Perbaiki Sistem Informasi Banjir

Kompas.com - 25/01/2012, 22:35 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sekretaris Provinsi Banten Muhadi meminta pemerintah kabupaten/kota di provinsi tersebut untuk memperbaiki sistem informasi dalam penanganan banjir.

"Semua kabupaten/kota harus bisa mengetahui dengan data yang dimiliki sesuai dengan karakteristik di masing-masing wilayah," katanya ditemui seusai rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir Banten di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (25/1/2012).

Muhadi juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk menginventarisasi peralatan penunjang evakuasi dan data di masing-masing wilayah. Setiap daerah, kata dia, juga harus mampu mengukur kemampuan dalam menangani bencana banjir menyusul terjadinya kesimpangsiuran informasi dan buruknya sistem evakuasi. Validitas informasi dan data menjadi kunci penting dalam menangani masalah ini.

Ia mencontohkan, saat terjadi di Kabupaten Lebak, Serang, Tangerang, sistem yang telah diterapkan masing-masing pemerintah daerah kurang optimal sehingga terjadi kekacauan. Ia menilai ada kekurangan dalam sosialisasi dalam mengantisipasi bencana. Demikian pula dengan data pasti terkait titik-titik lokasi rawan banjir, jumlah kepala keluarga yang menjadi korban di setiap daerah, hingga kesiapan peralatan evakuasi ketika musibah terjadi harus diperhatikan.

"Jangan sampai jumlah korban banjir saja tidak tahu. Perahu penolong siap, tenaga kemudinya ada, tapi bensinnya tidak ada. Jangan sampai masalah-masalah seperti itu terjadi lagi atau para warga korban banjir harus mengemis di jalan tol karena merasa kurang mendapatkan bantuan," katanya. Dia berharap agar pemerintah kabupaten/kota belajar dari pengalaman penanganan banjir yang telah terjadi sebelumnya supaya korban banjir tidak bertambah sulit.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Suyadi menyatakan telah meminta data dari pemerintah kabupaten/kota terkait jalur evakuasi. Ia mengatakan, warga yang tinggal di lokasi rawan bencana banjir harus diberitahu mengenai jalur evakuasi agar jumlah korban jiwa dapat ditekan.

Menurut Suyadi, BPBD Banten sudah menyiapkan beberapa perlengkapan dan personel yang siap membantu daerah lain. "Bila ada daerah yang kurang personel karena banjir besar, maka kami siap mengirim personel tambahan," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau