Kecelakaan maut

Botol Miras Bekas Tergeletak di Rumah Afriyani

Kompas.com - 26/01/2012, 12:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat hari pasca kejadian kecelakaan maut di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir yang menewaskan 9 nyawa, rumah Afriyani Susanti (29) yang berada di Jalan Ganggeng Terusan, RT 11 RW 07 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara masih sepi dari aktivitas.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (26/1/2012) di rumah tingkat dua yang didominasi warna putih tersebut, terdapat empat botol alkohol bekas yang tergeletak di depan sebuah jendela kamar yang menghadap jalan. Empat buah botol yang tampak sudah kusam tersebut digeletakan begitu saja di bawah kipas air conditioner bersama dengan keramik dan kaleng cat bekas berwarna putih.

Kepada Kompas.com, salah seorang penjaga rumah yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa botol-botol tersebut adalah milik seorang pelaut yang berkunjung ke rumahnya beberapa waktu lalu.

"Itu punya orang mas, namanya juga pelaut, main taruh saja di sini," ujarnya singkat.

Namun ketika ditanya lebih lanjut tentang siapa pelaut yang dimaksud, pria yang hanya menggunakan kaos singlet ini tak menanggapinya dan masuk ke dalam rumah.

Sebelumnya diberitakan, mobil Daihatsu Xenia hitam B 2479 XI menabrak belasan pejalan kaki di depan Kantor Pelayanan Pajak, Gambir, Jakarta Pusat.  Sembilan orang di antaranya meninggal dunia. Belakangan baru diketahui Afriyani mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh narkotika jenis sabu dan minuman keras. Ia pun mendekam di tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau