BPH Migas Minta Izin SPBU Asing Diperketat

Kompas.com - 26/01/2012, 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan, syarat pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) berbendera asing diperketat. Usulnya adalah, wajib membangun infrastruktur kilang di dalam negeri bagi investor asing yang ingin membuka SPBU.

"Saat ini syarat pembangunan SPBU di Indonesia terlalu mudah, siapa pun boleh beroperasi asal berbadan hukum, berbeda dengan Malaysia yang mempersyaratkan investor membangun kilang sendiri jika ingin buka SPBU disana," pinta Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim kepada KONTAN, Kamis (26/1/2012).

Menurut Ibrahim, wajib membangun kilang bagi investor SPBU asing itu mesti segera dilakukan, karena kapasitas kilang di dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. "Mestinya, setiap kehadiran SPBU asing di Indonesia harus memberikan manfat lebih besar,” jelasnya.

Karena itu, Ibrahim meminta ada upaya revisi terhadap Undang-undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Sebab, UU itu memberi persyaratan ringan kepada investor asing yang ingin membuka SPBU di Indonesia. "UU Migas sudah 10 tahun, dan perlu dievaluasi,” ucap Ibrahim.

Selama ini, Indonesia membuka kesempatan masuknya SPBU milik asing seperti Malaysia beroperasi di ke Indonesia. Namun sebaliknya, Pertamina, operator SPBU milik Indonesia kesulitan untuk beroperasi di Malaysia, karena Negeri Jiran itu mensyaratkan pendirian kilang terlebih dahulu.

Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan PT Pertamina (Persero) M Harun mengatakan, untuk membangun SPBU di Malaysia, butuh investasi 20 miliar dollar AS ditambah modal depot BBM sebesar  50 juta dollar AS. "Bukan cuma di Malaysia, di negara asal Shell dan Total juga begitu, untuk bangun ritel BBM kami wajibkan bangun kilang, yang investasinya cukup besar, sementara mereka bisa bangun SPBU dengan mudah disini, ini yang tidak fair," tandas Harun. ( Petrus Dabu/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau