JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan kepada korban angin kencang di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, sampai saat ini belum tersalurkan. Hal ini lantaran gelombang tinggi masih menerpa sehingga menyulitkan akses pengiriman.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Kian Kelana mengatakan, saat ini bantuan berupa bahan makanan masih tertahan di Pelabuhan Marina. Ia menuturkan, pihaknya sudah melaut untuk mengantarkan bantuan tersebut. Namun, karena gelombang tinggi, terpaksa pihaknya kembali ke titik berangkat.
"Sudah jalan tiga perempat, tetapi karena ombak masih tinggi dan bahaya, kami kembali lagi," kata Kian ketika dihubungi wartawan, Kamis (26/1/2012).
Tidak hanya bantuan logistik yang hendak dikirimkan, tetapi juga bantuan pelayanan kesehatan, khususnya obat-obatan. Tiga kapal yang mengangkut bantuan ke Kepulauan Seribu ini berangkat pukul 05.00 WIB dan kembali lagi ke darat. Padahal, sebentar lagi, bantuan tersebut segera dapat tersampaikan.
Sebelumnya diberitakan, akibat angin kencang yang menerpa Kelurahan Pulau Kelapa, sebanyak satu sekolah dan 240 rumah roboh di RW 01, RW 04, dan RW 05. Sementara di Kelurahan Pulau Harapan, kerusakan parah terjadi di RW 01 dan RW 02, sebanyak 200 rumah rusak, satu masjid roboh, 60 pohon tumbang, 10 tiang listrik roboh, dan tiga sekolah rusak. Korban luka ringan ada 11 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang