Gelombang Besar, Pantai Kuta Ditutup

Kompas.com - 26/01/2012, 16:04 WIB

KUTA, KOMPAS.com - Angin kencang dan tingginya gelombang di sekitar laut Bali dalam dua hari terakhir, selain mengganggu aktivitas penyeberangan di sejumlah pelabuhan, juga berdampak pada dunia pariwisata. Pantai Kuta yang merupakan ikon pariwisata Bali ditutup untuk aktivitas di dalam air, Kamis (26/01/2012) pagi hingga siang tadi, karena ketinggian gelombang mencapai 3 meter.

Bahkan, gelombang pasang sempat meluap hingga sekitar 50 meter dari bibir pantai dan mendekati jalan raya. Karena sudah membahayakan wisatawan, pengelola pantai memutuskan untuk memberlakukan larangan berenang, dan mendekati pantai. "Untuk sementara, wisatawan kita larang beraktivitas di pantai, baik mandi, berenang maupun berselancar," ujar Ketua Satgas Pantai Kuta, I Gusti Ngurah Tresna, siang tadi.

Dalam rangka menyosialisasikan larangan ini, petugas satgas pantai Kuta dibantu Balawista memasang bendera merah bergambar tengkorak di sepanjang garis pantai dan memberi pengumuman secara lisan melalui alat pengeras suara.

Sarah Puspita, salah seorang wisatawan asal Jakarta yang mendengar larangan tersebut akhirnya kembali ke hotel demi keselamatannya."Saat masuk ke pantai, petugas pantai mengumumkan ada gelombang pasang. Air laut juga sangat keruh dan angin kencang sekali seperti badai," kata Sarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau