MELBOURNE, Kompas.com - Novak Djokovic dan Andy Murray bertemu lagi di arena Grand Slam Australia Terbuka, meskipun di babak yang berbeda. Jika tahun lalu mereka berduel di partai puncak, maka kali ini pertemuan akan terjadi di semifinal, Jumat (27/1/12).
Di final 2011, Djokovic tampil sangat dominan. Alhasil, petenis Serbia itu menang dengan tiga set langsung, dan kesuksesan tersebut menjadi awal performanya yang sensasional sepanjang 2011 - tak terkalahkan sampai bulan Juni, untuk membawanya jadi pemain nomor satu dunia.
Nah, kali ini mereka bertemu di semifinal. Djokovic berusaha mengulangi kemenangan atas pemain Inggris tersebut, demi memelihara asa mempertahankan gelar grand slam awal tahun ini.
Kedua pemain ini sudah menjadi rekan dan rival sejak masih remaja. Tetapi Djokovic lebih dulu meraih kesuksesan di ajang besar, dengan menjuarai Australia Terbuka 2008, sedangkan Murray masih dalam penantian untuk merengkuh gelar grand slam.
Dan, Djokovic melakukan lompatan besar pada tahun lalu, ketika ia berhasil merebut peringkat satu dunia melalui musim yang menakjubkan. Ia kini berpeluang untuk menjadi petenis putra kelima yang memenangi tiga gelar utama secara berturut-turut di era Open.
Kontras dengan Murray, meskipun ia mampu secara konstan berada di jajaran petenis elite dunia, namun dirinya belum pernah memenangi grand slam. Ia telah menderita kekalahan di tiga final - pada AS Terbuka 2008, Australia Terbuka 2010 dan 2011.
Secara head-to-head, Djokovic unggul atas Murray. Petenis berusia 24 tahun tersebut memimpin 6-4. Inilah yang membuat dia cukup optimistis bisa meraih kemenangan pada pertemuan besok, meskipun diakuinya, Murray tampil konsisten dan belum terkalahkan pada tahun ini setelah dibesut pelatih baru, Ivan Lendl.
"Ia terlihat bugar. Ia bermain dengan baik. Ia pasti sangat termotivasi untuk memenangi grand slam pertamanya. Ia telah memainkan partai final di sini pada dua tahun terakhir," kata Djokovic.
"Namun di sisi lain, saya telah bermain sangat baik di sini pada beberapa tahun terakhir. Anda tahu, kami mengharapkan pertandingan hebat," imbuhnya.
Djokovic pun dengan santai mengatakan kalau dirinya menikmati melihat seseorang yang tumbuh bersamanya dapat bermain bagus.
"Kami telah berteman untuk kurun waktu lama, selalu memiliki banyak rasa hormat terhadapnya. Saya pikir ini merupakan hubungan timbal-balik. Saya pikir tim kami selalu mempersiapkan dengan sangat baik. Kami berlatih di manapun kami dapat (berlatih)."
"Maksud saya, pertemanan dan rivalitas kami, anda menyebutnya demikian, telah berlangsung cukup lama. Anda tahu, itu terjadi ketika kami berusia 12 (tahun) di Perancis, turnamen pertama. Kami memainkan banyak ajang junior bersama-sama."
Murray, unggulan keempat di Mebourne, yakin kalau dirinya dapat melakukan permainan tenis terbaik di ajang terbesar, setelah mencapai final grand slam kelimanya secara berturut-turut.
Namun Murray masih sangat penasaran dengan gelar utama perdananya. Roger Federer mengalahkannya di final AS Terbuka 2009, dan kembali melakukannya di Australia Terbuka 2010, sebelum pada tahun 2011 dikalahkan oleh Djokovic.
"Bagus untuk melihat bahwa saya melakukan permainan tenis terbaikku di (grand) slam, sebab itu adalah sesuatu yang pada beberapa tahun terakhir, ingin saya lakukan," kata Murray.
"Itu tidak selalu menjadi kasus. Senang untuk melihat bahwa hal itu telah terbayar. Saya telah melakukan persiapan dengan sebaik yang saya bisa. Untungnya tenis telah berlangsung dengan baik."
Murray mengatakan kalau dirinya merasa relatif tidak menemui kesulitan untuk mencapai semifinal, sehingga cukup segar untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Jika ia dapat melaju ke final, maka dirinya masih akan menghadapi tantangan dari Federer atau Rafael Nadal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang