Poster Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terpampang di sekitar lokasi tempat panen udang di Kecamatan Centigi, Indramayu, Jawa Barat. Rombongan wartawan yang sudah menunggu langsung memberondong Anas dengan berbagai pertanyaan begitu Anas turun dari bus yang ditumpangi dari Jakarta. Namun, Anas tidak menjawab dan hanya melemparkan senyum ke para simpatisannya.
”Tanya udang aja,” celetuk seorang kader Partai Demokrat kepada wartawan.
Anas mengunjungi Desa
Menurut Anas, yang terpenting dalam panen itu adalah rasa syukur. ”Siapa yang menanam, dia berhak panen,” katanya. Kalau tidak menanam bibit, tetapi memanen, itu berarti memanen tambak tetangga.
Anas mendorong masyarakat meningkatkan produksi budidaya udang yang saat ini mencapai 15 ton per petak tambak. ”Kalau nelayan makin makmur dan sejahtera, masyarakat miskin makin sedikit. Itulah cita-cita kita, cita-cita SBY sebagai presiden,” tutur Anas, Kamis (26/1).
Atas perhatian Anas itu,
Sebagai ”Bapak Masyarakat Pesisir” Indramayu, Anas tidak hanya harus menangani masalah tambak dan pencemaran minyak yang mengancam tambak, tetapi juga harus menjalani kelangsungan sepak terjang Partai Demokrat. Partai Demokrat kini mendapat sorotan masyarakat karena kasus Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi wisma atlet.
Kompi juga mengangkat Anas sebagai bapak angkat mereka. Secara simbolis, Anas mengenakan baju dan celana warna hitam ala nelayan sebagai gambaran dirinya sebagai bagian dari mereka.
Juhadi mengatakan, kehadiran Anas diharapkan bisa memberikan solusi bagi kehidupan warga pesisir Indramayu. Ia berharap, tokoh politik dari partai pemenang pemilu itu bisa membantu mengatasi sejumlah persoalan yang dialami masyarakat pesisir, antara lain kesulitan modal serta kondisi infrastruktur seperti jalan dan saluran air yang buruk.
”Potensi perikanan tangkap dan budidaya Indramayu sangat besar. Namun, baru sedikit yang bisa dikembangkan karena berbagai kesulitan itu. Hal itu juga membuat keadaan warga yang bergantung pada usaha ini kurang sejahtera,” kata Juhadi.
Petambak juga mengeluhkan pencemaran di saluran-saluran air lantaran adanya kebocoran minyak mentah Pertamina di Balongan. Terkait persoalan petambak itu, Anas berjanji mengupayakan solusinya.