Partai demokrat

Siapa yang Menanam Akan Memanen...

Kompas.com - 27/01/2012, 01:54 WIB

Poster Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terpampang di sekitar lokasi tempat panen udang di Kecamatan Centigi, Indramayu, Jawa Barat. Rombongan wartawan yang sudah menunggu langsung memberondong Anas dengan berbagai pertanyaan begitu Anas turun dari bus yang ditumpangi dari Jakarta. Namun, Anas tidak menjawab dan hanya melemparkan senyum ke para simpatisannya.

”Tanya udang aja,” celetuk seorang kader Partai Demokrat kepada wartawan.

Anas mengunjungi Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Centigi, tersebut memang untuk memanen udang. Dia ikut mencebur ke tambak udang. ”Kami ikut senang dan berbahagia ikut panen udang,” tutur Anas saat tatap muka dengan petambak.

Menurut Anas, yang terpenting dalam panen itu adalah rasa syukur. ”Siapa yang menanam, dia berhak panen,” katanya. Kalau tidak menanam bibit, tetapi memanen, itu berarti memanen tambak tetangga.

Anas mendorong masyarakat meningkatkan produksi budidaya udang yang saat ini mencapai 15 ton per petak tambak. ”Kalau nelayan makin makmur dan sejahtera, masyarakat miskin makin sedikit. Itulah cita-cita kita, cita-cita SBY sebagai presiden,” tutur Anas, Kamis (26/1).

Atas perhatian Anas itu, Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir (Kompi) Indramayu Juhadi menobatkan Anas sebagai Bapak Masyarakat Pesisir Indramayu.

Sebagai ”Bapak Masyarakat Pesisir” Indramayu, Anas tidak hanya harus menangani masalah tambak dan pencemaran minyak yang mengancam tambak, tetapi juga harus menjalani kelangsungan sepak terjang Partai Demokrat. Partai Demokrat kini mendapat sorotan masyarakat karena kasus Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi wisma atlet.

Kompi juga mengangkat Anas sebagai bapak angkat mereka. Secara simbolis, Anas mengenakan baju dan celana warna hitam ala nelayan sebagai gambaran dirinya sebagai bagian dari mereka.

Juhadi mengatakan, kehadiran Anas diharapkan bisa memberikan solusi bagi kehidupan warga pesisir Indramayu. Ia berharap, tokoh politik dari partai pemenang pemilu itu bisa membantu mengatasi sejumlah persoalan yang dialami masyarakat pesisir, antara lain kesulitan modal serta kondisi infrastruktur seperti jalan dan saluran air yang buruk.

”Potensi perikanan tangkap dan budidaya Indramayu sangat besar. Namun, baru sedikit yang bisa dikembangkan karena berbagai kesulitan itu. Hal itu juga membuat keadaan warga yang bergantung pada usaha ini kurang sejahtera,” kata Juhadi.

Petambak juga mengeluhkan pencemaran di saluran-saluran air lantaran adanya kebocoran minyak mentah Pertamina di Balongan. Terkait persoalan petambak itu, Anas berjanji mengupayakan solusinya. (REK/FER)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau