Pembebasan sandera somalia

Serangan Senyap di Balik Selubung Malam

Kompas.com - 27/01/2012, 07:17 WIB

KOMPAS.com — Aksi itu pertama kali tercium saat Presiden AS Barack Obama memasuki ruang sidang DPR AS, Selasa (24/1/2012) malam, untuk menyampaikan pidato kenegaraan tahunan ”State of The Union”. Saat melihat Menteri Pertahanan Leon Panetta duduk di deretan para anggota kabinet, Obama berhenti dan berseru kepada Panetta, ”Leon, kerja bagus malam ini, kerja bagus!”

Tak banyak yang menyadari waktu itu bahwa beberapa jam sebelumnya, di tempat yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer dari Washington DC, pasukan khusus SEAL Team Six Angkatan Laut AS sedang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan seorang warga AS.

Jessica Buchanan (32), yang lahir di Ohio, AS; dan Poul Hagen Thisted (60), seorang warga Denmark, berhasil dibebaskan para prajurit elite Amerika Serikat tersebut dalam serangan menjelang fajar, Rabu (25/1/2012) waktu setempat.

Mereka adalah sukarelawan organisasi Danish Refugee Council yang sedang berada di Somalia untuk menjalankan program pembersihan ranjau darat saat diculik sekelompok orang bersenjata di kota Galkayo, daerah semi-otonomi Galmudug, Somalia tengah, 25 Oktober 2011.

Presiden Obama memerintahkan operasi pencarian Buchanan begitu kabar penculikan itu tiba di Gedung Putih keesokan harinya. Setelah lokasi penyekapan Buchanan dan Thisted diketahui, pertengahan Januari lalu, Obama memerintahkan operasi penyelamatan.

Senin sekitar pukul 21.00 waktu Washington, Obama mendapat taklimat soal rencana operasi penyelamatan dari penasihat kontraterorisme Gedung Putih, John Brennan. Obama pun langsung menyetujui operasi ini dijalankan.

Setelah melakukan persiapan sepanjang hari Selasa, dua tim SEAL Team Six diterjunkan dari pesawat angkut C-130 Hercules milik Angkatan Udara AS di dekat kota Cadaado, Somalia, Rabu dini hari.

Begitu sampai di darat, para prajurit pilihan dari kesatuan yang sama dengan yang menyerbu rumah persembunyian Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, tahun lalu, ini meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki berselimut kegelapan malam.

Juru Bicara Pentagon, George Little, mengatakan, mereka tiba di perkemahan para penculik yang penuh bahan peledak dan dijaga orang-orang bersenjata lengkap. Para prajurit AS tak membuang waktu dan langsung menyerbu.

Salah satu penjaga sempat melepaskan tembakan ke arah mereka, tetapi dengan cepat diatasi. Tanpa sempat memberi perlawanan berarti, sembilan penjaga perkemahan itu tumbang ditembus peluru para prajurit SEALs.

Belakangan, kantor berita Associated Press menerima informasi dari seorang perompak bernama Bile Hussein bahwa para penculik itu tak memberi perlawanan berarti karena sebagian besar sedang tertidur pulas akibat mabuk setelah mengunyah daun khat–daun yang mengandung zat narkotika–sepanjang malam.

Pentagon mengatakan, para penculik berasal dari geng kriminal biasa, bukan bagian dari kelompok bajak laut dan kelompok milisi Islam Al Shabaab.

Begitu para prajurit SEALs berhasil membebaskan tawanan, sedikitnya enam helikopter militer AS, termasuk heli operasi khusus MH-60 Blackhawk, terbang menjemput dan menerbangkan mereka ke pangkalan militer AS di Djibouti, negara tetangga Somalia yang berjarak sekitar 700 kilometer dari Galkayo.

Obama menerima kabar keberhasilan operasi ini Selasa sekitar pukul 18.43 waktu Washington, atau sekitar dua jam sebelum ia berpidato di Gedung Capitol. ”(Operasi) ini adalah pesan lain pada dunia bahwa AS akan bertindak tegas terhadap setiap ancaman kepada warga kami,” ujar Obama.

(AP/AFP/Reuters/CNN/CBSNEWS.COM/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau