Akrab dengan Si Kecil Lewat YouTube

Kompas.com - 27/01/2012, 11:54 WIB

KOMPAS.com - Di era digital, keluarga dapat memanfaatkan teknologi internet dalam pengasuhan, termasuk menggunakan YouTube. Situs ini dapat menjadi sarana orangtua untuk membangun kebersamaan dengan si kecil, sekaligus memberikannya pengetahuan agar nantinya anak-anak yang lahir di era digital ini melek teknologi.

Anda bisa mengunggah sendiri video pribadi, terkait dengan aktivitas positif anak. Apalagi jika si kecil memiliki potensi, yang sayang jika hanya dinikmati sendiri oleh ayah ibunya. Berbagai kebolehan si kecil, bisa menjadi tontonan inspiratif jika dibagi kepada orang lain. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan niatan positif, bukan bermaksud untuk pamer atau sekadar mencari popularitas dalam arti negatif.

Meski pada kenyataannya, banyak video sederhana yang diunggah sekadar untuk koleksi pribadi ternyata mendatangkan rezeki, seperti iklan atau tawaran bisnis lainnya. Justin Bieber adalah salah satu contoh nyatanya.

Contoh lainnya, Video yang di-upload untuk koleksi pribadi keluarga tentang bayi bernama "Charlie" yang sedang tertawa atau menangis, hingga Charlie yang sedang menggigit jari kakaknya, "Harry". Berbagai video ini telah ditonton oleh jutaan orang. YouTube juga telah melakukan pembicaraan dengan orang tua dari Charlie dan Harry, mereka telah sepakat berbagi pendapatan atas iklan yang muncul di video-video tersebut.  Bahkan, situs web video sharing YouTube membayar 100.000 poundsterling (sekitar Rp 1,4 miliar) ke sebuah keluarga yang meng-upload sejumlah rekaman video ke YouTube.

Manfaat positif

Anak-anak yang menunjukkan kebolehannya dan ditonton oleh orang lain, pastilah merasa bangga. Hal ini bisa membangkitkan kepercayaan diri si kecil. Orangtua bisa menjadikan hal ini sebagai sarana untuk membuat si kecil yakin dengan bakat yang dimilikinya. Nah, mengapa tak mencoba menggunggahnya ke YouTube untuk tujuan positif, berikut langkahnya:

1. Pilih atau buatlah gambar atau video bersama.
Saat di hari istimewa seperti saat ulangtahun, anak sedang menyanyi atau bermain piano. Saat jalan-jalan keluarga anak bertindak sebagai presenter atau pemandu wisata yang menunjukkan obyek wisata yang sedang direkam kamera.

2. Unggah.
Setelah dipilih mana yang paling pantas dan mewakili suasana yang ingin dikabarkan, unggahlah bersama. Melalui kegiatan ini, anak bisa belajar cara mengunggah video atau gambar. Pengetahuan ini akan bermanfaat bagi anak nantinya.

3. Share ke media sosial.
Setelah diunggah ke YouTUbe, orangtua bisa mengajarkan anak men-share video ke media sosial seperti Facebook. Dengan begitu, makin banyak orangtua yang bisa menikmatinya dan menjadi inspirasi teknik pengasuhan di era digital. Selain juga Anda bisa berbagi pengalaman kepada keluarga besar melalui internet.

Ketiga aktivitas ini selain membangun kedekatan antara orangtua dan anak, juga mengenalkan anak kepada teknologi. Tapi, tetaplah waspada dan membekali anak untuk berinternet yang aman dan sehat, dengan memberikan rambu-rambu berinternet kepada seluruh anggota keluarga.

Sekaligus mempererat persaudaraan terutama ketika Anda membagi gambar tersebut melalui media sosial. Sehingga kerabat, sahabat, teman dapat melihatnya kapan saja di mana saja, dengan tujuan akhirnya kekerabatan semakin erat. Orangtua juga bisa menjadikan cara ini untuk mengenalkan si kecil kepada saudara-saudaranya yang tinggal berjauhan.

(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau