Iran Kecam Penculikan 11 Warganya di Suriah

Kompas.com - 27/01/2012, 13:14 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, Kamis (26/1/2012), mengecam penculikan terhadap 11 peziarah Iran di Suriah dan menyebut tindakan itu tidak manusiawi serta tidak dapat dibenarkan, kata televisi satelit lokal Press TV.

Sebelumnya, sekelompok pria bersenjata tak dikenal menyerang sebuah bus Iran di jalan dari Damaskus ke kota Aleppo, Suriah barat laut, dan menculik 11 pria Iran. Para penyerang kemudian pergi ke tempat  yang tidak diketahui, meninggalkan para penumpang perempuan di kendaraan, kata laporan itu.

"Ini tindakan yang melawan prinsip-prinsip kemanusiaan dan kewajiban moral serta internasional, tidak bisa dibenarkan, dan mengharapkan bahwa para penculik itu secepatnya membebaskan peziarah Iran," kata Mehmanparast.

"Kami juga meminta pihak berwenang Suriah untuk menggunakan semua sarana yang tersedia guna menjamin keamanan warga negara Iran dan agar yang diculik cepat dibebaskan," katanya.

Para pria bersenjata telah menghubungi keluarga para penumpang bus yang diculik di Teheran, mengkonfirmasi penculikan warga negara Iran dan menuntut uang tebusan. Tidak diketahui berapa banyak yang para penculik inginkan, kata Press TV.

Pada Desember 2011, tujuh insinyur listrik Iran yang bekerja pada sebuah proyek pembangkit listrik di kota Suriah Homs juga diculik oleh orang-orang bersenjata tak dikenal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau