Oktarina Furi Diharapkan Ungkap Peran Anas

Kompas.com - 27/01/2012, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Oktarina Furi, mantan pegawai PT Permai Grup akan bersaksi dalam persidangan Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011 yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (27/1/2012). Furi merupakan mantan anak buah Nazaruddin sekaligus staf pribadi Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin.

Kuasa hukum Nazar, Hotman Paris Hutapea mengatakan, pihaknya berharap kesaksian Furi ini dapat mengungkap peran Anas Urbaningrum. "Dari Oktarina Furi dia bisa menjelaskan sebenarnya siapa yang jadi bosnya," kata Hotma di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat.

Menurut Hotma, atasan Furi dan Yulianis yang sebenarnya adalah Anas Urbaningrum. Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu, disebutnya sebagai pemilik Permai Grup. "Karena Yulianis katakan sampai April, Anas masih menerima gaji Permai Grup," ungkap Hotma.

Sebelumnya, saat bersaksi di Persidangan, Yulianis (Wakil Direktur Keuangan Permai Grup) mengatakan bahwa Anas beberapa kali menerima gaji dari perusahaan tersebut. Namun Yulianis mengaku tidak melihat ada nama Anas dalam akta pendirian perusahaan milik Nazaruddin itu.

Yulianis mengatakan, Permai Grup mengeluarkan uang hingga Rp 16 miliar untuk belanja proyek wisma atlet. Uang Permai Grup juga mengalir ke Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng saat keduanya mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Selain itu, kata Yulianis, uang Permai Grup ada yang mengalir ke anggota Badan Anggaran DPR, Wayan Koster dan Angelina Sondakh. Yulianis mengungkapkan, uang untuk Angelina dan Wayan tersebut diantarkan oleh supirnya, Luthfi ke DPR.

Hari ini, Luthfi juga akan diperiksa sebagai saksi persidangan Nazaruddin. Dalam kasus ini,Nazaruddin didakwa menerima pemberian berupa cek senilai Rp 4,6 miliar dari Mindo Rosalina (Direktur Keuangan PT Anak Negeri) dan Mohamad El Idris (Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah). Pemberian itu untuk meloloskan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet SEA Games 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau