10 PTN Direkomendasi Terlibat Rekrutmen CPNS

Kompas.com - 27/01/2012, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh merekomendasikan 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang akan bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dalam proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sepuluh PTN yang bergabung dalam konsorsium tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Seluruh PTN yang tergabung dalam konsorsium itu bertugas membuat soal dan mengevaluasi hasil tes seleksi CPNS. Nuh menjelaskan, ada tiga kriteria poko yang melatarbelakangi dipilihnya 10 PTN itu untuk masuk dalam konsorsium seleksi masuk CPNS.

Pertama, PTN itu telah memiliki fasilitas seperti sistem scanning hingga sistem komputasi. Kedua, sistem yang dimiliki juga telah teruji penggunaan dan hasilnya.

"Dalam arti secara sistem dia telah teruji. Pernah dipakai untuk mengevaluasi tes ratusan ribu peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).," kata Nuh, Jumat (27/1/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Kriteria ketiga adalah terdistribusi. Ia mengatakan, PTN yang ikut andil dalam proses seleksi itu tidak semuanya berasal dari Pulau Jawa.

"Jangan sampai semua PTN dari Jawa. Itu makanya kita libatkan PTN dari luar Jawa dengan catatan telah memenuhi dua kriteria sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan, yang harus dijaga dalam rekrutmen CPNS adalah transparansi. Menurutnya, PTN harus bisa menjamin semuanya transparan dan tidak dicemari oleh praktik KKN, dengan catatan PTN diberikan keleluasaan untuk independen.

"PTN itu independen, ini harus kita kawal, dan kita beri apresiasi. Saya hanya mengusulkan, yang berwenang menetapkan adalah Kemenpan, kami siap kapan saja diperlukan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau