Pakai Teknologi Motorola di iCloud, Apple Digugat

Kompas.com - 27/01/2012, 17:19 WIB

KOMPAS.com — Perang hak paten antara Apple dan beberapa produsen ponsel Android semakin memanas. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Apple menggugat Motorola atas pelanggaran hak paten.

Alih-alih bertahan atas gugatan tersebut, Motorola justru menantang dengan menggugat balik Apple.

Tuntutan Motorola ini diajukan di Pengadilan Federal Florida, Amerika Serikat, Rabu (25/1/2012).  Motorola mengajukan gugatan kepada Apple terkait enam hak paten, antara lain atas penggunaan antena nirkabel, perangkat lunak, fitur data filtering, dan pesan.

Motorola mengklaim, produk iPhone dan layanan komputasi awan iCloud dari Apple telah mencontek teknologi Motorola.

Sampai sekarang, juru bicara Apple enggan mengomentari tuntutan Motorola ini.

Sebelumnya, bulan Oktober 2010, Apple mengajukan gugatan atas beberapa produk smartphone Motorola, yang disebut Apple telah melanggar tiga paten multi-touch, atau cara bernavigasi dengan jari di layar, seperti mengetuk, menggeser, dan mencubit.

Awal Januari lalu, Komisi Perdagangan Internasional AS atau International Trade Commission (ITC) telah mengeluarkan putusan awal bahwa Motorola tidak melanggar hak paten Apple. Motorola belum bisa merasa lega karena putusan akhirnya belum ditentukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau