Miranda tersangka

Ini Bukti Bukti KPK Punya Gigi Lagi

Kompas.com - 27/01/2012, 17:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Langkah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menetapkan mantan Deputi Gubernur Senior Miranda S Goeltom sebagai tersangka dinilai sudah tepat. Penetapan itu bukti awal bahwa KPK memiliki gigi dan senjatanya kembali.

"Kami masih percaya pada kepemimpinan Abraham Samad dan menaruh harapan besar pada kekerasan hatinya. Sebab, bicara cek pelawat dan kasus sensitif lainnya seperti wisma atlet dan Bank Century sudah tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupin," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, yang juga salah seorang inisiator hak angket Bank Century, Jumat (27/1/2012).

Menurut dia, semua fakta, kejadian hak angket dan peristiwanya yang terkait, sudah telanjang di publik. "Langkah Abraham Samad menetapkan Miranda sebagai tersangka sudah tepat dan itu telah menjungkirbalikkan skenario dan konstruksi hukum yang keliru sejak awal terhadap kasus tersebut," tambahnya.

Maksudnya, konstruksi hukum yang keliru, lanjut Bambang, di mana para tersangka yang anggota DPR itu semula dijerat dengan pasal suap, namun di pengadilan tiba-tiba mereka dikenakan pasal gratifikasi.

"Diduga, skenario dan konstruksi hukum tersebut sengaja dibangun untuk melindungi Miranda dari jeratan suap. Dan, kalau sekarang oleh pimpinan KPK baru Miranda ditetapkan sebagai tersangka, itu berarti kasus cek pelawat tersebut sekarang balik lagi ke kasus suap," jelas Bambang.

Menurut Bambang, demikian juga dengan kasus Wisma Atlet. "Semua sudah terang menderang, dan sudah menjadi fakta pengadilan atas sejumlah nama sehingga seharusnya KPK sudah dapat menetapkan adanya tersangka baru," papar Bambang lagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau