Ban Kapten, Tanda untuk Evra

Kompas.com - 27/01/2012, 18:33 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Kehadirannya sudah disadari berpotensi memicu kontroversi di lapangan Anfield, Sabtu (28/1/2012). Bahkan, aparat sampai mempersiapkan antisipasi pengamanan. Namun, pelatih Sir Alex Ferguson malah mengambil resiko dengan mempercayakannya untuk menjadi kapten tim dalam pertemuan pertama Liverpool dan Manchester United setelah insiden rasisme yang melibatkan Luis Suarez dan Evra, Oktober lalu, ini.

Evra tentu tak pernah bisa memilih dilahirkan dalam ras dan rupa yang diinginkannya. Pemain bertahan MU ini terlahir dari ayah berdarah Guinea, Afrika Barat, dan ibu dari Cape Verde, besar dengan kebudayaan Senegal dan berkulit hitam. Pandangan beberapa orang terhadap ras kulit hitam bisa saja buruk, tapi perlawanannya terhadap sikap Suarez yang merendahkannya di lapangan menunjukkan keseriusannya terhadap penuntasan kasus pelecehan berbau rasisme.

Tak ada perlawanan brutal terhadap Suarez di lapangan usai insiden itu selain ketegangan verbal. Hanya lengannya yang menjadi tanda ketidaksetujuannya terhadap sikap pemain berusia 25 tahun itu. Di tayangan dan foto yang beredar luas, tampak Evra menepis tangan Suarez yang tampak ingin merangkulnya kemudian.

Hampir tak ada pula komentarnya tentang perlakuan Suarez itu kepada media karena memang klub juga melarangnya dan, bahkan, Sir Alex, untuk berkomentar tentang kasus ini. Namun, kegigihannya dan klub dalam membawa masalah ke asosiasi sepak bola tertinggi Inggris (FA) akhirnya membuahkan hasil.

Suarez terbukti menghina Evra dengan menyebut "Negro" sebanyak tujuh kali. Akibatnya, pemain asal Uruguay itu harus dihukum selama delapan pertandingan dan denda sebesar 40 ribu poundsterling. Sementara itu, publik Liverpool pun tetap merasa Suarez tak bersalah.

Kini, Evra akan kembali bertemu Liverpudlian di rumah mereka sendiri. Diperkirakan, pemain timnas Perancis ini akan mendapat sambutan yang buruk dan olok-olok dari publik Anfield terkait hukuman untuk Suarez. Namun, hal ini tentu bukan menjadi halangan bagi Evra untuk membela timnya.


MU menjadi pilihan hatiku

Evra diterima dengan baik sejak memulai kariernya di MU pada 10 Januari 2006. Sebelum berlabuh di Old Trafford, pemain berusia 30 tahun ini merupakan rebutan antara tiga klub papan atas Premier League, yaitu MU, Liverpool dan Arsenal, serta satu klub Serie A, Inter Milan. MU berhasil memenangkan persaingan demi memperbaiki lini pertahanan "The Red Devils".

Sejak bergabung dengan tim senior, MU menjadi klub tempatnya bernaung paling lama dibandingkan klub-klub sebelumnya. Pemain bernama lengkap Patrice Latyr Evra ini telah menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2014 bersama MU. Dia pun mengaku enggan untuk 'pindah ke lain hati'.

Sir Alex juga selalu percaya padanya. Posisinya sebagai pemain bertahan memang sangat vital. Kemampuannya membaca permainan lawan dan overlapping yang baik membuatnya selalu menjadi pilihan di skuad inti.

"Aku mencintai klub ini dan semua orang tahu itu. Aku telah berbicara dengan Sir Alex dan juga keluargaku. Kata hatiku menyuruhku untuk tetap tinggal disini (MU)," katanya seperti dikutip dari situs resmi klub.

Sahabat karib Thierry Henry ini juga mengatakan, bahwa dirinya yakin MU akan memenangkan lebih banyak gelar. Dia juga sudah fokus menghadapi musim berikutnya untuk kembali memenangkan liga bersama rekan-rekannya.

Setiap laga selalu dijalaninya dengan penuh energi. Saat ditanya mengenai semangatnya itu, Evra sekali lagi menunjukkan karakternya yang penuh semangat.

"Aku tidak tahu. Aku masih muda dan selalu punya banyak energi. Mungkin aku hanya beruntung dan bangun disetiap pagi untuk berlatih bersama klub besar merupakan hak yang istimewa," ungkapnya.

Evra juga menambahkan bahwa dan sifat energik itupun diakuinya menurun juga ke anaknya.

"Setiap aku pulang, aku tidak bisa beristirahat karena ia (anakku) selalu ingin bermain," tambahnya.


Ban kapten di lengan

Sering cederanya Nemenja Vidic membuat Evra sering menggantikan posisinya sebagai kapten. Sir Alex bahkan tak lebih mengandalkan Ryan Giggs atau Rio Ferdinand untuk menggantikan posisi Vidic sebagai "Jendral Lapangan".

Evra pun mengaku sebenarnya dirinya tak sepenuhnya senang dengan tugas sebagai kapten. Alasannya, ban kapten yang melingkar di lengannya merupakan tanggung jawab yang berat.

"Tentu saja aku bangga dan ini merupakan sebuah keistimewaan menjadi kapten di sini. Tapi, aku punya tanggung jawab besar dan harus memberikan contoh di dalam dan luar lapangan," tukasnya.

Jika Sir Alex jadi mempercayakan ban kapten kepadanya, Evra memiliki tugas yang tak mudah, baik dalam memimpin tim maupun melawan masa lalu yang buruk terkait pelecehan rasisme tersebut. Namun, ini menjadi tanda kepercayaan baginya. Sir Alex sendiri yakin pemain dengan tinggi 173 cm itu tak akan terpengaruh dengan suasana di Anfield.

"Dia pemain yang dikenal dengan pribadi yang baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memegang ban kapten di tim kami. Dia sangat bersahabat dan juga mempunyai sisi humor, tapi dia juga termasuk sebagai anak yang pendiam," kata pelatih asal Skotlandia itu seperti dilansir oleh Goal.

Kepercayaan tak boleh disia-siakan, Evra...

Data singkat Patrice Evra

Nama: Patrice Evra
Tanggal Lahir: 15 Mei 1981
Tempat Lahir: Dakar, Senegal
Negara: Perancis
Tinggi Badan: 173 cm
Berat Badan: 72 Kg
Posisi: Bek (defender)
Nomor Punggung: 3
Klub Sekarang: Manchaster United
Tim nasional: Prancis

Karier senior
Tahun          Tim         
1998–1999  Marsala
1999–2000  Monza
2000–2002  OGC Nice
2002–2006  AS Monaco
2006–      Manchester United

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau