Keuangan eropa

Petinggi Zona Euro Bahas Yunani

Kompas.com - 28/01/2012, 02:28 WIB

BRUSSELS, JUMAT - Para pemimpin 17 negara anggota zona euro kemungkinan besar akan mengadakan pertemuan khusus pada hari Senin (30/1). Pertemuan itu akan membahas soal Yunani.

Pertemuan itu akan dilakukan seiring dengan pertemuan tingkat tinggi 27 negara anggota Uni Eropa, demikian salah seorang pejabat Uni Eropa. ”Pertemuan tingkat tinggi bagi para pemimpin zona euro belum disebut secara resmi. Namun, mungkin saja pertemuan itu dilaksanakan tiba-tiba tanpa ada pengumuman,” ujar pejabat tersebut.

Dia juga mengatakan, ada optimisme bahwa pembicaraan antara Pemerintah Yunani dan kreditor swastanya untuk memangkas utang dapat selesai sebelum hari Senin.

”Sejauh ini belum ada kesepakatan final, tetapi kami yakin kesepakatan itu akan tercapai sebelum pertemuan Senin mendatang,” ujar pejabat tersebut.

Para pejabat di Brussels dan Berlin menekankan bahwa pertemuan Uni Eropa Senin mendatang itu tidak mengagendakan pembicaraan soal Yunani. Dalam pertemuan itu akan dibahas bagaimana membangkitkan lagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Kemungkinan besar, dalam kesempatan tersebut, para pemimpin zona euro akan berusaha meyakinkan forum tentang upaya Yunani dengan para kreditor swastanya. Isu ini sudah menjadi perhatian di zona euro selama lebih kurang empat pekan terakhir.

”Ada gajah di dalam ruangan, gajah itu adalah Yunani. Jika ada berita tentang si gajah, kita harus membicarakan tentangnya,” ujar salah seorang pejabat Uni Eropa lainnya.

”Akan ada pertemuan terpisah antara Menteri Keuangan Yunani dan para pemimpin zona euro pada Senin sore. Semua pemimpin zona euro telah diminta bersiap-siap dalam pertemuan tersebut,” ujar pejabat lain yang akan mengikuti pertemuan tersebut.

Bunga lebih rendah

Di Athena, pembicaraan tentang pengurangan utang itu sudah mengerucut mengenai penentuan tingkat suku bunga dari obligasi baru. Kedua belah pihak, Pemerintah Yunani dan kreditor swasta dari perbankan dan institusi keuangan lainnya, tampaknya sudah akan mencapai kesepakatan untuk menerima tingkat suku bunga yang lebih rendah dari permintaan para kreditor.

Salah seorang sumber yang turut serta dalam pembicaraan tersebut menyatakan, tingkat suku bunga mengerucut antara 3,7 dan 3,8 persen. Pada awalnya, para kreditor meminta tingkat suku bunga obligasi baru di atas 4 persen.

Sumber lain menyebutkan, para kreditor meminta tingkat suku bunga yang lebih tinggi lagi ketika kelak pertumbuhan ekonomi Yunani sudah membaik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyatakan menolak penambahan jumlah dana talangan untuk Yunani. Kekurangan dana talangan mungkin akan terjadi jika pemangkasan utang yang dijanjikan para kreditor swasta tidak cukup banyak.

”Saya tidak melihat akan ada pembicaraan tentang dana baru,” ujar Westerwelle di sela-sela pertemuan menteri keuangan Uni Eropa sebelum pertemuan tingkat tinggi Senin mendatang. Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional telah sepakat memberikan dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro kepada Yunani.

”Kami tidak tahu apakah reformasi yang dijanjikan akan benar-benar diimplementasikan. Kita tidak dapat mengatasi krisis dengan mengguyurkan dana talangan baru dengan sedemikian mudahnya,” ujar Westerwelle. (AP/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau