KBRI Perkenalkan Produk Unggulan di Pameran Sudan

Kompas.com - 29/01/2012, 03:10 WIB

KAIRO, Kompas.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia Khartoum membuka stan di Pameran Internasional Khartoum ke-29. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat setempat di Sudan, dan kawasan Afrika.

"Stan Indonesia memamerkan produk-produk unggulan dan strategis Indonesia, seperti keramik, ban kendaraan bermotor, suku cadang otomotif, kertas serta hasil kerajinan tangan," kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum, Muhammad Syarif, kepada Antara Kairo, Sabtu (28/1/12).

Syafri mengungkapkan, beberapa produk Indonesia seperti accumulator dan mie instan sudah banyak tersebar di Sudan, tetapi umumnya masyarakat setempat belum mengetahui bahwa itu produk Indonesia.

isebutkan, Asisten Presiden Sudan, Abdul-Rahman Al Saddiq Al Mahdi seusai membuka pameran tersebut, berkesempatan mengunjungi anjungan Indonesia dan berbincang-bincang dengan Duta Besar RI untuk Sudan, Dr Sujatmiko.

Selain kunjungan para pejabat dan masyarakat umum setempat, media massa seperti stasiun televisi nasional Sudan dan Blue Nile TV juga meliput dan wawancara dengan staf KBRI Khartoum yang tengah bertugas.

Jumlah pengunjung di anjungan Indonesia setiap harinya mencapai 3.000 orang, baik dari warga Sudan maupun pengusaha-pengusaha dari negara lain, yang turut mencari peluang kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

"Pameran internasional ini sebagai salah satu titik temu antarpengusaha Afrika dengan pengusaha dari negara lain," kata Syafri.

KBRI Khatroum memanfaatkan pameran internasional tersebut untuk mempromosikan pendidikan, pariwisata, dan budaya Indonesia melalui brosur-brosur, pemutaran film dokumenter. Pameran yang digelar oleh Sudanese Free Zone dan Market Co. Ltd. (SFZM) itu berlangsung selama sembilan hari, 25 Januari-2 Februari 2012.

Selain Indonesia, sejumlah negara asing juga berpartisipasi dalam pameran tahunan itu seperti Malaysia, Kuwait Turki, Italia, Mesir, Yordania, dan Brasil. Malaysia dan Kuwait yang pada penyelenggaraan tahun 2011 tidak berpartisipasi, tahun ini membuka anjungan yang cukup besar karena melihat prospek yang sangat menjanjikan di Sudan, katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau