Pilkada jepara

Warga Jepara Memilih Kepala Daerahnya

Kompas.com - 29/01/2012, 10:08 WIB

JEPARA, KOMPAS.com- Masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hari ini, Minggu (29/1/2012), merayakan pesta demokrasi. Mereka akan mengikuti pencoblosan untuk memilih calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jepara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pilkada Kabupaten Jepara itu diikuti empat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Mereka adalah Yuli Nugroho-Nuruddin Amin yang diusung PDI-P, PKB, PKS, PKNU, PDS, PKPB, dan PKP, Chaeron Syariefudin-Ahmad Ja'far diusung Partai Demokrat dan Hanura, Ahmad Marzuki-Subroto diusung PPP, PAN, dan PKPI, dan Nur Yahman-Aris Isnandar diusung Partai Golkar dan Gerindra.

Marzuki-Subroto merupakan pasangan nomor urut satu, nomor dua Chaeron-Jafar, nomor tiga Nur Yahman-Aris, dan nomor urut empat Yuli-Nuruddin.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara Muslim Aisha mengatakan, pesta demokrasi Jepara itu akan diikuti 824.909 pemilih sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap yang disahkan KPU. Mereka akan memilih di 1.733 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Pada malam harinya, kami akan menghitung perolehan suara sementara. Namun hanya 75 persen dari total TPS yang ada," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau