Napi Tewas Gantung Diri di Dapur Lapas

Kompas.com - 29/01/2012, 20:47 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun, Jawa Timur, ditemukan tewas gantung diri di ruang dapur lapas setempat, Minggu (29/1/2012).

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Madiun Maman Herwaman mengatakan, korban bernama Supriyono (24), warga Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Korban merupakan narapidana kasus pencurian dengan kekerasan yang divonis enam tahun penjara. "Korban telah berada di Lapas Kelas I Madiun selama enam bulan, namun vonisnya baru dijatuhkan pertengahan bulan Desember 2011," ujar Maman.

Maman menuturkan, aksi nekat korban pertama kali diketahui oleh teman sesama narapidana pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam keseharian di lapas, korban bertugas sebagai pengantar makanan ke blok tahanan dan narapidana. Pada hari itu, narapidana lain sedang menunggu korban mengantarkan makanan. Namun, hingga sore hari korban tak kunjung datang membawa makanan untuk mereka.

"Saat dilihat di dapur, ternyata korban telah terbujur menggantung diri dengan ikatan tali rafia," kata Maman.

Teman sesama narapidana yang melihat kejadian tersebut langsung melapor ke petugas lapas setempat. Saat dilihat, ternyata korban telah tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedono Kota Madiun untuk proses visum. Hingga kini, petugas belum mengetahui latar belakang gantung diri korban. Maman mengatakan, berdasarkan informasi dari teman-teman sesama narapidana, korban dikenal sangat pendiam dan tertutup. Setelah proses visum selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau