Tiga hari setelah duel mereka pada laga kedua perempat final Piala Raja, yang berakhir 2-2 dan membuat Real tersingkir, kedua tim mencetak hasil sebaliknya di Liga Spanyol, Sabtu atau Minggu (29/1) dini hari WIB. Real Madrid membukukan kemenangan lima kali beruntun dengan memukul Real Zaragoza 3-1 di Stadion Santiago Bernabeu.
Pada hari yang sama, di Stadion El Madrigal, Barcelona ditahan tuan rumah Villarreal, 0-0. Hasil itu hasil seri keenam mereka musim ini, catatan seri yang terlalu banyak dan bisa berbuntut raibnya trofi juara Liga Spanyol pada akhir musim nanti.
”Masih ada 18 laga sisa yang harus dimainkan. Saya berjuang untuk mengejar setiap poin, seperti yang kami lakukan malam ini di sini,” kata Pelatih Barcelona Pep Guardiola. ”Tampil seperti ini membuat kami memetik hasil bagus musim ini.”
Dari 18 laga sisa itu terdapat satu duel el clasico di Nou Camp pada 22 April. Bakal berat bagi Barcelona memenangi duel itu menilik performa Real saat ini. Sulit bagi skuad Guardiola untuk mengejar poin sang rival.
Bagi Real, hasil pekan ke-20 ini adalah kemenangan ke-17 dan membuahkan 52 poin. Barcelona membuntuti di bawahnya (45 poin). Valencia di urutan ketiga dengan 35 poin sebelum bertamu ke Racing Santander, Senin dini hari WIB.
Perjalanan semakin berat bagi Barcelona karena sederetan pemain cedera. Ketimpangan mereka mereka bertambah panjang dengan cederanya Pedro Rodriguez, menyusul striker David Villa, gelandang Andres Iniesta, dan Ibrahim Afellay.
Sebaliknya di Real, Pelatih Jose Mourinho menemukan kian banyak variasi formasi terbaiknya untuk meladeni lawan-lawan mereka. Saat menjamu Zaragoza, Sabtu, dia kembali menurunkan skuad bernaluri menyerang plus memercayakan posisi starter kepada gelandang Esteban Granero yang tampil menawan.
Di barisan tengah, Kaka dan Mesut Oezil kembali tampil starter dan menyumbang dua dari tiga gol balasan Real, secara berurutan pada menit ke-32 dan ke-56. Satu gol lain dicetak penyerang Cristiano Ronaldo, menit ke-49.
Sebelum memetik kemenangan itu, mereka dikejutkan gol Zaragoza melalui Lafita, menit ke-11. Gol cepat ini terjadi ketika Real intens menyerang. Lafita, yang musim lalu mencetak dua gol ketika Zaragoza secara mengejutkan memukul Real 3-2 ke Bernabeu, memanfaatkan kelengahan Pepe.
”Gol itu terjadi karena kesalahan kami. Kami seharusnya lebih berhati-hati,” ujar Granero.
Seperti Real, Barcelona juga menurunkan skuad yang bernaluri menyerang lewat formasi Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Adriano di lini depan. Villarreal tidak mau kalah. Mereka tampil menekan dan mengambil risiko meski strategi nyaris berbuah petaka, menit ke-17, ketika Daniel Alves memberi umpan lambung kepada Messi.
Pemain Terbaik Dunia ini tinggal berhadapan dengan kiper Diego Lopez. Namun tidak seperti biasanya, tendangannya melebar. Fabregas juga berpeluang kala tendangannya melambung. Dalam situasi krisis gol itu, Guardiola memasukkan Alexis Sanchez—yang sebenarnya cedera bahu—30 menit terakhir, tetapi tidak membuahkan hasil.
Mourinho hengkang
Di tengah tren positif Real di liga, Mourinho kian santer diberitakan bakal hengkang dari Real Madrid pada akhir musim. Kabar ini dilontarkan Duncan Castles dalam laporannya di Sunday Times dan laman The National, Minggu. Pelatih asal Portugal tersebut dinilai frustrasi dengan perlakuan yang diterimanya dan memilih kembali melatih di klub Liga Inggris.
”Kami unggul lima poin di atas tim yang dianggap semua orang terbaik di dunia,” kata Mourinho menjelang laga el clasico, Rabu.
”Saat saya datang ke sini (Madrid), klub ini punya tradisi tersingkir di Piala Raja dari tim-tim divisi lebih rendah,” ujarnya.
”Ketika saya tiba, kami bukan unggulan di Liga Champions. Kini, kami punya catatan paling banyak menang di penyisihan grup. Tampaknya saya dianggap mendatangkan banyak persoalan,” katanya. (AP/AFP/REUTERS/SAM)