Nasabah Tajir Jejali Rekening Deposito

Kompas.com - 30/01/2012, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah orang kaya di Indonesia terus meningkat. Nasabah-nasabah makmur bin tajir, dengan rekening di atas Rp 5 miliar, terus mendominasi porsi simpanan deposito per Desember 2011.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total dana mahal alias deposito perbankan mencapai Rp 1.258,12 triliun. Jumlah itu berasal dari 2,95 juta rekening atau hanya 1,41 persen dari total rekening per Desember 2011. Total simpanan dana mahal ini naik 15 persen dibandingkan Desember 2010.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif LPS menduga, simpanan nasabah kaya akan terus bertambah. Data LPS menyebutkan, besarnya porsi simpanan deposito tersebut berasal dari pertumbuhan simpanan pada segmen nominal di atas Rp 5 miliar yang mencapai 4,65 persen dari bulan sebelumnya. Total simpanan pada segmen tersebut mencapai Rp 1.159,39 triliun.

Simpanan dengan segmen nominal di atas Rp 5 miliar tersebut menyumbang 40,96 persen total simpanan. Padahal, itu hanya 49.482 rekening atau 0,05 persen dari jumlah rekening secara keseluruhan.

Perbankan sendiri memang kian gencar membidik pertumbuhan dana-dana mahal tahun lalu. Contohnya, total dana mahal Bank BNI mencapai Rp 28 triliun di akhir 2011. Jumlah tersebut merupakan 60 persen dari dana-dana orang kaya yang ditempatkan di deposito bank berlogo angka 46 itu. Sedangkan, total keseluruhan dana nasabah kaya mencapai Rp 32 triliun sampai Rp 33 triliun, jika ditambah dana investasi nasabah yang tersimpan di reksadana dan saham.

Darmadi Sutanto, Direktur Retail dan Konsumer BNI menyatakan, BNI harus memberikan bunga simpanan tinggi dan layanan eksklusif bagi nasabah kaya agar tertarik menyimpan dana di BNI. "Orang-orang kaya cenderung meminta bunga deposito yang tinggi," kata Darmadi.

Menurutnya, nasabah kaya cenderung sensitif dengan perubahan bunga deposito. Jika bank lain menawarkan bunga deposito lebih tinggi 0,1 persen saja, nasabah tersebut dapat pindah ke bank itu. Dana simpanan mereka yang besar, yaitu rata-rata Rp 1 miliar, membuat pengaruh perbedaan bunga cukup signifikan. (Nina Dwiantik/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau