JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta sebagai salah satu kota besar di dunia ternyata belum memiliki China Town. Padahal, keberadaan China Town sangat menguntungkan dari sisi pariwisata. "Kota besar di dunia memiliki China Town. Warga kota besar umumnya sudah tahu, kalau ingin mendapatkan barang atau layanan yang paling murah sampai yang paling mahal mereka bisa mendapatkan di China Town," kata Dr Naniek Widayati, pakar konservasi bangunan yang dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (30/1/2012).
Dia menjelaskan, China Town adalah kawasan pecinan yang terkonsentrasi pada satu lokasi tertentu yang memiliki kekhasan warisan budaya peranakan Tionghoa. Reputasi China Town yang telah mendunia diyakini bisa menjadi aset wisata yang menguntungkan. Wisatawan mancanegara yang telah terbiasa menjadikan China Town sebagai salah satu tujuan wisata belanja murah akan dengan mudah menyalurkan hasrat mereka bila Jakarta memiliki lokasi khusus Pecinan.
"Kawasan tersebut selalu menjadi tujuan wisata di negara manapun karena banyak barang-barang kerajinan, pernak-pernik lucu dan fungsional yang harganya murah. Selain itu menawarkan makanan macam-macam yang semua pasti enak, merakyat, dan murah dibanding restoran formal," urai wanita yang saat ini memimpin konservasi Chandra Naya, bangunan berarsitektur China di Jalan Gajah Mada 188, Glodok, Jakarta Barat.
Keuntungan lain dari sisi wisata adalah peninggalan bangunan sebagai artefak kota. Bangunan-bangunan kuno yang dimiliki kaum peranakan bisa memiliki nilai kultural yang bisa disandingkan dengan paket wisata budaya. Naniek melihat kawasan Glodok layak dikembangkan sebagai kawasan China Town.
Dengan masih adanya bangunan China dan salah satu pusat konsentrasi kaum peranakan Ibu Kota, Glodok memenuhi syarat menjadi kawasan khusus. Nilai lebih Glodok terletak pada lokasinya yang strategis karena masuk dalam kawasan Kota Tua. Paket wisata Kota Tua bisa dipadukan dengan wisata China Town.
"Apalagi Glodok memiliki keuntungan dari sisi ketersediaan fasilitas pendukung pariwisata, seperti perhotelan dan pusat perbelanjaan," kata Naniek.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang