Presiden: Indonesia Konsisten Dukung Palestina

Kompas.com - 30/01/2012, 15:46 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Indonesia konsisten untuk mendukung perjuangan Palestina dan menyerukan pada negara-negara Islam untuk memberikan perhatian besar pada keinginan Palestina untuk diakui sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kita tidak bisa menutup mata dari permohonan rakyat Palestina menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di saat yang sama mari kita berikan dukungan pada negara Palestina, melalui pembangunan kapasitas," kata Presiden saat menyampaikan pidato dalam pembukaan sesi ketujuh konferensi parlemen negara-negara anggota organisasi negara Islam di Palembang, Senin (30/1/2012).

Pada bagian lain pidatonya, Presiden juga berharap permasalahan yang tengah menghangat di Selat Hormuz dapat diselesaikan dengan baik dan mengedepankan dialog. "Di Selat Hormuz saya percaya semua negara memiliki kekhawatiran atas wilayah itu. Peningkatan harga minyak akan mengancam pondasi ekonomi kita. Kita harus temukan inovasi dan menyelesaikan masalah ini secara damai melalui dialog dan negosiasi," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu Kepala Negara juga memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan organisasi tersebut sejak berdiri pada 1999 untuk meningkatkan kerja sama di kalangan negara-negara Islam. Agenda peningkatan peran perempuan dengan diselenggarakannya pertemuan anggota parlemen perempuan juga diapresiasi oleh Presiden disamping membahas sejumlah isu lainnya.

"Kita harus perkuat peran perempuan dan masyarakat. Saya sambut baik penyelenggaraan konferensi pertama parlemen perempuan. Kita juga harus perkuat perlindungan pekerja migran. Saya memuji inisiatif delegasi Indonesia untuk draf resolusi mengenai hak pekerjaan migran dan keluarganya," kata Presiden

Ketua DPR RI Marzuki Alie terpilih memimpin organisasi kerja sama parlemen negara-negara anggota organisasi negara Islam tersebut periode 2012-2013. Presiden Yudhoyono didampingi Menlu Marty Natalegawa, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Koordinator Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi dan Seskab Dipo Alam. Pada Senin malam, Kepala Negara dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam peserta konferensi tersebut sekaligus meresmikan Al Quran Akbar ukiran kayu khas Palembang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau