44 Balita di NTT Positif Tertular HIV/AIDS

Kompas.com - 30/01/2012, 16:17 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 44 balita di Nusa Tenggara Timur dilaporkan positif tertular HIV/AIDS.
Selain balita, 25 anak berusia 6-10 tahun juga dinyatakan positif terserang penyakit mematikan itu dan sedang dalam penanganan medis.

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Nusa Tenggara Timur, Dr. Husein Pancratius di Kupang, Senin (30/1/2012).

"Jumlah balita maupun anak yang menderita HIV/AIDS ini kemungkinan masih bertambah karena data ini merupakan hasil rekapitulasi hingga Juni 2011," kata Husein.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah itu mengatakan, data ini diambil setelah ayah dari balita dan anak-anak ini meninggal karena serangan HIV/AIDS.

"Balita dan anak-anak ini diketahui positif setelah ayah mereka meninggal dunia karena HIV/AIDS dan dilakukan pemeriksaan terhadap ibu dari balita dan anak-anak yang ternyata juga positif," kata Husein.

Dalam kaitan ini, sesungguhnya HIV/AIDS ini juga menyerang kelompok yang tidak berisiko sehingga upaya pencegahan tidak bisa ditawar-tawar lagi tetapi harus dilakukan secara terus menerus di lingkungan masing-masing.

"Balita dan anak-anak bukan bagian dari kelompok berisiko tetapi mereka adalah korban dari tindakan orang tua yang tidak melakukan pencegahan," katanya.

Karena itu, dia meminta para orang tua baik ayah maupun ibu untuk sama-sama melakukan pemeriksaan dini untuk mengetahui apakah ada gejala yang mengarah pada HIV/AIDS atau tidak untuk dilakukan pencegahan.

Paling tidak, jika salah satu dari kedua orang tua positif terkena HIV/AIDS, mata rantai bisa dipangkas untuk menghindari korban lebih baik.

"Artinya, kalau sang ayah terinfeksi HIV/AIDS, paling tidak ibu dan anak-anak bisa dihindarkan dari serangan penyakit ini," katanya.

Jika tidak dilakukan pencegahan, ibu dan anak-anak, bisa dengan mudah menjadi korban. "Terutama balita dan anak-anak yang sesungguhnya belum mengetahui apa itu penyakit HIV/AIDS," kata Husein Pancratius.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau