KOMPAS.com - Bagi sebagian wanita, sepatu bukan sekedar alas kaki tetapi menjadi sebuah pernyataan fashion. Karenanya, sepatu dengan hak menjulang akan membuat pemakainya merasa lebih seksi dan juga berpostur lebih tinggi.
Tetapi coba simak hasil studi yang dimuat dalam Journal of Applied Phsyology yang menemukan bahwa perempuan yang menggunakan sepatu berhak tinggi selama 40 jam dalam seminggu akan mengalami perubahan cara berjalan, bahkan ketika sepatu bertumit tinggi itu tidak sedang dipakai. Lebih lanjut, mereka yang hobi memakai sepatu bertumit tinggi itu akan mengalami tekanan mekanikal pada bagian otot betis yang mengurangi efisiensi berjalan. Hal ini juga ditengarai berpotensi menyebabkan cedera.
Pakar lain menyatakan bahwa high heels menyebabkan kesejajaran tulang belakang dan pinggul terganggu, serta menyebabkan tekanan pada lutut meningkat. Ditambah lagi dengan penebalan saraf antara jari-jari kaki sehingga menyebabkan kaki terasa nyeri.
Oleh karena itulah, sebaiknya Anda mempertimbangkan kembali risiko yang didapatkan dengan keuntungan dari memakai sepatu bertumit menjulang itu. Bila tuntutan pekerjaan menyebabkan Anda harus tetap memakai high heels, para dokter menyarankan agar Anda memakainya pada saat-saat tertentu saja, misalnya saat bertemu klien atau harus presentasi. Selain itu jangan tunggu sampai masalah di kaki menjadi kronik, segera periksakan keluhan yang timbul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang