MERAUKE, KOMPAS.com - Seiring datangnya musim penghujan, kasus serangan penyakit demam berdarah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua melonjak tajam. Penderita demam berdarah tercatat didominasi anak-anak.
Ada peningkatan kasus tetapi belum mencapai KLB (kejadian luar biasa). Jumlahnya belasan, kebanyakan anak-anak, ungkap Kepala Dinas K esehatan Kabupaten Merauke, Stevanus E Osok di Merauke, Papua, Selasa (31/1).
Diungkapkan dia, di Merauke kasus demam berdarah sekarang sudah jadi penyakit rutin setiap tahun. Saat musim hujan, jumlah kasus akan melonjak bila dibandingkan musim kemarau.
"Hal ini karena banyaknya genangan air yang akhirnya dijadikan sarang nyamuk. Kalau tidak ada hujan, demam berdarah hampir tidak ada kasus. Kalaupun ada hanya 1-2 kasus per bulan, sekarang meningkat jadi belasan. Tapi ini belum begitu banyak dibanding tahun lalu," ungkapnya.
Osok mengungkapkan, Dinas Kesehatan telah memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan agar tidak dijadikan sarang nyamuk. Pihaknya berharap masyarakat mulai tahu dan sadar menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari demam berdarah.
"Yang paling penting kalau musim hujan, sanitasi harus dijaga dengan baik. Sampah, kaleng jangan berserakan, kalau air masuk dia bisa dipakai sarang jentik," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang