JAKARTA, KOMPAS.com — Pemimpin Umum TopSkor, Entong Nursanto, selaku promotor FC Internazionale Indonesia Mei 2012, mengaku, pihaknya harus mengikuti aturan FIFA dalam menjalankan pertandingan antara Inter Milan dengan Liga Selection (24 Mei 2012) dan timnas Indonesia Selection (26 Mei 2012). Entong mengatakan, "I Nerazzurri" sendiri yang langsung melayangkan permintaan itu, termasuk soal pemilihan pemain.
"Makanya, saya susah bicara mengenai keadaan di Maret nanti (jika Indonesia terkena sanksi FIFA), tapi yang pasti, Inter memberi syarat bahwa pertandingan nanti harus sesuai dengan organisasi yang diakui FIFA," kata Entong kepada wartawan di Hotel Mulia, Selasa (31/1/2012).
"Terpaksa dikatakan bahwa para pemain yang tidak diakui FIFA tidak bisa terlibat dalam laga itu. Memang, saya juga pernah membicarakan kemungkinan pada Maret itu. Tapi, ini adalah peluang besar bagi Indonesia. Salah satu klub top Eropa, bahkan dunia akan ke Indonesia," lanjutnya.
Jadi, katanya, jangan berpikir ke masalah kisruh sepak bola nasional, tetapi lebih fokus pada kedatangan Inter. "Kalau kita tidak melakukan itu, itu akan mempersulit kita sendiri. Jadi kita harus berani mengambil keputusan dan Inter sangat ingin main di Indonesia," tuturnya.
Entong kemudian berharap, Maret nanti tidak ada sanksi yang akan diterima oleh Indonesia. Sebab, kedatangan Inter bisa jadi momen untuk Indonesia berunjuk gigi. Inter dijadwalkan tiba di Jakarta pada tanggal 23 Mei mendatang. Mereka akan bertanding melawan Liga Selection tanggal 24 Mei dan timnas Indonesia Selection, dua hari berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang