Kenangan Ungu Diwawancara Ade Namnung

Kompas.com - 31/01/2012, 18:22 WIB

DEPOK, KOMPAS.com -- Band Ungu, yang terdiri dari Pasha (vokal), Maki (bas), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum)--masih ingat bagaimana mereka pada 2003 diwawancara untuk kali pertama di sebuah radio oleh mendiang pelawak dan pembawa acara Ade Namnung, yang baru saja tutup usia akibat serangan jantung pada Selasa ini (31/1/20120) pukul 11.45 WIB di Jakarta.

"Waktu kami muncul di 2003, beliau yang pertama kali mewawancara kami di radio. Jadi, sebenarnya kami sudah lama kenal, apalagi setelah dia masuk ke dunia entertainment," kenang Pasha dalam wawancara di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/1/2012).

Di mata para personel Ungu, presenter tamu acara musik layar kaca Dahsyat itu merupakan orang yang suka bercanda. "Semua rasa dia baik, terus orangnya humble, dia banyak bercandanya. Rowman sih suka becandain dia, katanya almarhum orangnya suka latah. Terakhir ketemu di acara musik, itu juga sudah lama banget. Kalau orang baik tetap jadi orang baik, kami enggak bisa bilang apa-apa lagi," tutur Pasha.

Begitu mendapat kabar berpulangnya Ade, Ungu tak percaya. "Cukup kaget juga sih dengar, apalagi kemarin beliau sempat sakit. Kami ngerasa kehilangan. Menurut kami, ini terlalu cepat. Kami Ungu bersama keluarga besar kami ikut berduka cita atas meninggalnya Ade Namnung," ujar Pasha mewakili rekan-rekan sebandnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau