Ternak ayam

Puluhan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Kompas.com - 31/01/2012, 20:50 WIB

BREBES, KOMPAS.com - Sebanyak 88 ekor ayam kampung di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ditemukan mati mendadak. Ayam-ayam itu tersebar di tiga desa.

Puluhan ekor ayam itu ditemukan mati sejak Minggu lalu hingga Selasa (31/1/2012) ini. Kematian ternak terjadi secara mendadak, tanpa didahului indikasi adanya penyakit.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Brebes, Jhoni Murahman, mengatakan, pihaknya telah memeriksa ayam-ayam yang mati tersebut.

Dari pemeriksaan rapid tes (tes cepat) yang dilakukan petugas Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, ayam-ayam tersebut positif terkena virus flu burung (Avian influenza).

Untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut, dinas peternakan telah menerjunkan petugas Partisipatory Disease Surveillance Response (PDSR) atau tim gerak cepat untuk melakukan pengendalian.

Pengendalian penyebaran virus flu burung dilakukan dengan mengandangkan ayam yang masih hidup, melarang keluarnya ternak dari desa yang terjangkit flu burung ke luar daerah, serta menyemprot kandang dan sumber virus flu burung dengan disinfektan.

"Ternak yang mati juga harus dikubur, untuk memutus penularan virus," kata Jhoni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau