Jakarta, Kompas -
Seperti diberitakan sebelumnya, tim Uber Indonesia akan bersaing dengan Thailand pada babak penyisihan Grup Y Piala Uber Zona Asia yang akan
Dibandingkan dua negara yang disebut terakhir ini, Thailand menjadi ancaman serius tim Indonesia, yang berupaya meraih hasil maksimal menjadi juara grup. Juara grup menjadi harga mati agar Indonesia bisa terhindar pertemuan dengan China pada babak perempat final.
”Faktanya, Thailand punya kekuatan dan ancaman serius buat kita. Namun, kita juga tidak perlu khawatir sepanjang ada strategi yang kami siapkan,” kata Manajer Tim Thomas dan Uber Mochammad Feriansyah di Jakarta, Selasa (31/1).
Feriansyah menambahkan, hasil pada SEA Games 2011 di Jakarta menjadi bahan evaluasi sekaligus analisis untuk menyiapkan strategi yang pas. Ketika itu, Indonesia yang didukung
Thailand menggaet tiga poin dari tunggal pertama dan kedua, serta ganda kedua. Satu-satunya poin yang didapat Indonesia berasal dari pemain ganda, Anneke Feinya/Nitya Krishinda.
Dari hitung-hitungan kekuatan materi pemain, Thailand punya keunggulan di sektor tunggal, terutama tunggal pertama dan kedua. Pada tunggal pertama, juara dunia yunior tiga kali,
Pada SEA Games lalu, Ratchanok berhadapan dengan Adriyanti Firdasari, sementara Porntip melawan Lindaweni Fanetri. Peringkat dua pemain Indonesia ini punya gap yang cukup jauh. Firda di peringkat
Untuk tunggal ketiga, Thailand menyiapkan SapsireeTaerattanachai atau Nichaon Jindapon. Sementara Indonesia punya Maria Febe dan Bellaetrix Manuputty. Dua pemain Thailand ini secara level permainan juga tidak terlalu berbeda kualitasnya dengan pemain Indonesia.
”Strateginya, kita harus bisa ambil minimal satu poin dari tunggal. Sebab, kekuatan dua ganda kita masih lebih baik dari pemain Thailand,” kata pelatih ganda putri, Aryono Miranat.
Menurut Aryono, pada SEA Games 2011, pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari tidak tampil karena cedera. ”Dengan tampilnya mereka sekarang, tentu akan menambah kekuatan kita,” kata Aryono.
Pada SEA Games lalu, satu poin lepas dari pasangan dadakan, Vita Marissa/Liliyana Natsir, yang dikalahkan ganda kedua Thailand, Savitree Amitrapai/Saralee Thoungthongkam.
Aryono menambahkan, dari kondisi stamina dan fisik, Greysia, yang beberapa waktu lalu mengalami cedera bahu, kini dalam kondisi siap tampil.
”Selain latihan fisik, program persiapan tim juga difokuskan untuk menggenjot motivasi pemain. Kami juga menekankan pada latihan taktik dan strategi bermain kepada mereka,” kata Aryono.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, yang juga wakil manajer tim, Yacob Rusdianto menambahkan, dia masih optimistis tim Uber bisa lolos. ”Pemain sudah bertekad untuk lolos dan mereka bersemangat sekali. Mari kita dukung mereka,” ujarnya.(OTW)