NATO Tuduh Intelijen Pakistan Bantu Taliban

Kompas.com - 01/02/2012, 08:51 WIB

Dalam laporan rahasia NATO yang sempat dibaca BBC menyebut adanya bantuan langsung dari dinas intelijen Pakistan untuk Taliban Afghanistan. Laporan yang bocor itu merupakan hasil 27.000 interogasi terhadap 4.000 anggota Taliban, al-Qaeda dan pejuang asing serta warga sipil yang tertangkap.

Mereka mengklaim Taliban akan tetap melawan dan memperoleh bantuan dari rakyat Afghanistan. Laporan itu juga menuding Pakistan mengetahui lokasi keberadaan para pemimpin Taliban.

Wartawan BBC di Kabul Quentin Sommerville melaporkan ini adalah laporan pertama terkait hubungan langsung antara Dinas Intelijen Pakistan (ISI) dan Taliban. "Kami sudah lama memprihatinkan adanya ikatan antara sejumlah elemen ISI dan jaringan ekstrimis," kata juru bicara Pentagon, Kapten John Kirby. "Namun, Kementerian Pertahanan AS belum membaca laporan tersebut," lanjut Kirby.

Pemerintah Pakistan berulang kali membantah dugaan dinas intelijennya telah membantu kelompok Taliban Afghanistan.

Sekadar informasi

Meski laporannya mencengangkan namun terdapat catatan dalam laporan itu yang menegaskan bahwa laporan tersebut sejauh ini baru dianggap sebuah informasi dan bukan laporan analisis. "Karena laporan ini diperoleh langsung dari pengakuan para pemberontak maka laporan ini harus dianggap sebagai informasi belaka bukan sebagai laporan analisis," tulis laporan itu.

Meskipun NATO memiliki strategi mengamankan Afghanistan bersama militer lokal, namun dokumen itu menunjukkan secara detail kolaborasi yang terjadi antara para pemberontak dengan kepolisian dan militer Afghanistan.

Juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Afghanistan (ISAF) Letnan Kolonel Jimmie Cummings mengatakan dokumen tersebut diklasifikasikan sebagai dokumen internal yang bukan ditujukan sebagai konsumsi publik.

"Ini adalah bagian dari kebijakan untuk menentukan bahwa dokumen itu rahasia dan tidak boleh dibicarakan dalam kondisi apapun," kata Cummings.

Laporan itu, kata Sommervile, juga menuturkan soal sebagian rakyat Afghanistan yang masih terus memberikan dukungan untuk Taliban. Situasi ini memberi arti bahwa pengaruh al-Qaeda di Afghanistan semakin meredup namun pengaruh Taliban kian meningkat.

Pengaruh Taliban

Di bagian akhir dokumen ini terdapat kesimpulan yang menyatakan tahun lalu menunjukkan hal yang tak diduga bahkan oleh pemerintah Afghanistan. "Warga sipil Afghanistan lebih memilih pemerintahan Taliban ketimbang pemerintahan saat ini sebagai akibat korupsi yang dilakukan pemerintah," tulis laporan itu.

Laporan itu juga memuat bukti bahwa Taliban secara sengaja mengupayakan penarikan mundur NATO secepatnya dengan mengurangi serangan di beberapa kawasan dan memulai sebuah kampanye hati dan pikiran secara komprehensif.

Selain itu di lokasi-lokasi di mana pasukan ISAF sudah mundur maka pengaruh Taliban meningkat. Dan hampir tanpa perlawanan pasukan pemerintah Afghanistan. Bahkan di banyak kasus, polisi dan militer Afghanistan membantu kelompok Taliban memulihkan pengaruh mereka.

Padahal diharapkan setelah pasukan asing meninggalkan negeri itu maka pasukan Afghanistan yang akan mengambil alih pengawasan keamanan. Sayangnya, masih berdasarkan laporan itu, banyak anggota militer Afghanistan yang justru menjual berbagai persenjataan seperti senjata api dan persenjataan berat di pasar-pasar Pakistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau