Bos BlackBerry Akui Keunggulan Android dan Apple

Kompas.com - 01/02/2012, 09:48 WIB

KOMPAS.com - Thorsten Heins, CEO Research In Motion (RIM) yang baru menjabat pada 23 Januari lalu, mengakui bahwa BlackBerry tertinggal dalam persaingan antar smartphone di pasar Amerika Serikat.

"Ini menyakitkan. Menyakitkan bagi saya karena kami harus melihat RIM kehilangan pangsa pasar di AS," kata Heins dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi CNBC.

Berdasarkan data comScore, jika pangsa pasar Android dan Apple di AS digabungkan, maka keduanya meraup 76% pasar perangkat mobile (data November 2011). Sementara pangsa pasar RIM anjlok menjadi 16,6%.

Menanggapi hal itu, Heins mengatakan, telah terjadi pergeseran cara pandang dalam masyarakat AS dan RIM tidak menanggapinya dengan cepat.

"Saya tahu RIM telah membuat kesalahan, dan saya sedang berada dalam pertarungan," tambah Heins.

Semangat juang! Adalah sesuatu yang dibutuhkan investor RIM. Para investor membutuhkan rencana jangka panjang dan pemikiran yang revolusioner.

Sayangnya, Heins tidak memunculkan kesan itu dalam sebuah wawancara eksklusif yang dipublikasi oleh RIM. Ini membuat para investor meragukan kemampuan Heins.

Mengejar Ketertinggalan

Dalam wawancara dengan situs teknologi CrackBerry.com, Heins menyatakan bahwa sedang terjadi perubahan dalam tubuh RIM.

"Banyak terjadi perubahan dalam struktur perusahaan, begitupula dengan perubahan software, software platform, juga mendatangkan QNX dalam produk-produk kami. Tidak ada kata ‘diam di tempat’ untuk RIM," tegasnya.

Heins bersama tim yang bertugas menguji produk-produk kompetitor BlackBerry, telah mempelajari seluk beluk Android, Apple, dan produk lainnya.

Heins mengakui, kekurangan RIM ada pada fitur dan elemen untuk mendukung user experience yang sebenarnya, sangat penting dalam kesuksesan sebuah platform.

Namun, Heins percaya bahwa masa kejayaan RIM akan kembali. "Yang ingin saya jelaskan kepada pasar adalah bahwa kami percaya pada kekuatan kami. Kami adalah BlackBerry, kami memberi solusi terpadu, hardware, software, layanan dan jaringan," tutup Heins.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau