Melemah, Rupiah Tembus 9.000

Kompas.com - 01/02/2012, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mata uang rupiah Rabu pagi kembali melemah terhadap dollar AS seiring dengan tekanan mata uang Asia dipicu dari sentimen global pada hari ini cenderung negatif.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu (1/2/2012) pagi bergerak melemah 25 poin ke posisi Rp 9.005 dibanding sebelumnya Rp 8.980 per dollar AS.

Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu mengatakan, sentimen global cenderung negatif, investor masih terus fokus dengan perkembangan kesepakatan utang di Yunani yang tidak semulus perkiraan awal. "Hari kemarin, Yunani masih meminta kemungkinan write-off utang yang diperbesar dari 50 persen menjadi 70 persen disertai restrukturisasi sisa utang menjadi tenor 30 tahun," katanya.

Namun, lanjut dia, di saat yang sama Yunani gagal menepati target-target ekonomi khususnya disiplin fiskal yang disepakati sebagai syarat berlanjutnya perundingan kesepakatan itu.

Sementara dari AS, kata dia, data kepercayaan konsumen turun dari 64,8 pada Desember menjadi 61,1 pada Januari di bawah ekspektasi analis, indeks manufaktur juga mencatat penurunan dari 62,2 menjadi 60 walaupun masih di atas level 50 sebagai ambang batas optimis. "Sentimen global cenderung negatif terkait Yunani dan perlambatan data ekonomi AS. Kemungkinan pasar Asia akan terkoreksi dan rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp 9.000 s.d Rp 9.020 per dollar AS," katanya memprediksi.

Pengamat pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting menambahkan, kurangnya terobosan dalam penyelesaian masalah utang Yunani telah memicu kecemasan investor yang tercermin dari melebarnya selisih "yield" antara obligasi Jerman dengan obligasi negara-negara kawasan Euro yang terlilit utang, sehingga menambah tekanan pada pasar mata uang.

"Mata uang euro tertekan menyusul meningkatnya tensi ketegangan dalam pembicaraan mengenai ’swap’ obligasi Yunani di tengah KTT Uni Eropa yang nampaknya tidak akan banyak membantu, kondisi itu berimbas pada nilai tukar domestik," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau