5 Langkah Ajarkan Anak Berenang

Kompas.com - 01/02/2012, 15:46 WIB

KOMPAS.com - Berenang adalah salah satu life skill atau keahlian yang diperlukan dalam hidup. Banyak orang tua bertanya-tanya bagaimana cara mengajarkan anak berenang. Perlu diketahui, sejak baru lahir, bayi sudah bisa diajarkan berenang. Pasalnya selama sembilan bulan berada di perut ibu, bayi sudah terbiasa dengan air (ketuban). Menginjak usia empat bulan, bayi bahkan sudah punya refleks menyelam. Artinya, jika menyelam, dia tahu bagaimana cara agar tidak menelan air. Jadi sebenarnya sangat ideal untuk mengajarkan berenang di usia-usia seperti ini.

Tapi begitu usia bertambah dan otak anak semakin berkembang, refleks ini justru menghilang. Akibatnya, anak harus belajar lagi untuk menahan nafas di dalam air.  Saat mengajarkan keahlian ini ke anak, ada beberapa tip yang harus diperhatikan:

1. Pastikan mood Anda sedang bagus saat mengajarkan anak berenang. Dengan begitu Anda jadi lebih sabar. Saat pertama kali memasuki kolam dalam, ada kemungkinan anak akan takut dan merasa waswas. Pastikan Anda ada di dekat mereka. Buatlah sedemikian rupa agar anak senang berada di dalam air.

2. Sebagai langkah awal, ajak si Kecil bermain-main di pinggir kolam dulu. Sedikit demi sedikit ajak ke kolam yang lebih dalam. Dalam setiap tahapan, ingatlah selalu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Misalnya memerciki wajahnya dengan air atau bermain siram-siraman.

3. Jika kepercayaan diri anak sudah semakin meningkat, Anda boleh mencoba gerakan yang lebih sulit. Tengkurapkan anak, sanggah badannya dengan kedua tangan Anda. Minta dia melebarkan lengan seolah-olah menjadi pesawat. Pasti dia senang. Setelah itu, tingkatkan kesulitannya. Pegang ketiak anak dengan dua tangan dan biarkan kakinya bergerak-gerak sendiri. Dengan begini, sedikit-sedikit anak belajar cara mengapung.

4. Soal mengapung, sebenarnya ini kemampuan yang dimiliki manusia secara alami. Anda bisa mengajari anak dengan menelentangkan badan mereka di kolam setinggi pinggang. Biarkan beberapa saat sampai anak merasa nyaman dengan posisi itu. Begitu sudah nyaman, dalam posisi yang sama, minta mereka melengkungkan punggung. Lalu perlahan-lahan, jauhkan tangan Anda dari punggung anak. Siap-siap membantu jika anak panik dan ketakutan. Proses ini perlu waktu yang cukup lama sampai anak merasa percaya diri untuk mengapung dengan telentang. Tak apa-apa, jalani saja, pasalnya tahapan ini sangat penting. Nantinya, kalau ketakutan saat sedang belajar berenang, mereka bisa langsung membalikkan badan dan mengapung, sampai kepanikan hilang dan siap mencoba kembali.

5. Jika anak sudah pintar melayang di air saat tangannya Anda pegang, lepaskan dia dan biarkan berenang sendiri. Tetaplah berada di dekat anak agar mereka juga merasa aman. Sebaiknya mulailah belajar berenang di kolam yang tidak terlalu dalam. Anda bisa berdiri di satu titik dan mintalah anak berenang ke Anda. Berikan selamat jika dia berhasil. Lakukan proses ini beberapa kali, tahu-tahu anak sudah berenang bolak-balik di kolam.

(Helen Simarmata)

Baca juga:
Bayi Perlu Diajari Berenang

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau