Agar Tak Perlu Diet Lagi

Kompas.com - 01/02/2012, 15:48 WIB

Kompas.com - Bagi siapa pun yang ingin menurunkan berat badannya, mengatur pola makan adalah hal yang mutlak perlu dilakukan. Akan tetapi, pengaturan yang tepat bukanlah diet yang melarang Anda makan ini itu karena itu hanya akan memberikan manfaat jangka pendek.

Agar program diet yang dilakukan bisa bertahan dalam jangka panjang, pastikan Anda nyaman dalam menjalaninya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar program penurunan berat badan sukses tanpa perlu tersiksa.

- Monitor kebiasaan

Cobalah pahami mengapa Anda sangat keranjingan makan. Untuk beberapa minggu, tulislah dalam jurnal makanan, kemudian analisa kapan dorongan makan itu timbul dan apa pemicunya. Bila pekerjaan membuat Anda stres dan sekantong keripik setiap siang bisa membuat Anda lebih tenang, maka Anda termasuk "stress eater".

- Jangan kelaparan

Mengurangi makan sering dianggap jalan pintas untuk mengurangi berat badan. Tetapi kekurangan makan memiliki dampak langsung pada kecepatan metabolisme. Selain itu diet dengan cara "berpuasa" juga akan menyebabkan berat badan naik dengan cepat jika Anda kembali pada pola makan yang lama.

Jika asupan makanan kita tidak bervariasi, misalnya menghindari protein, akibatnya massa otot kita berkurang, padahal ini adalah yang membakar kelebihan lemak saat kita tertidur.

- Mulailah dengan baik

Diet yang sehat seharusnya tetap membolehkan kita makan tiga kali sehari karena kita tetap harus mengonsumsi sarapan. Setelah harus berpuasa selama 7 jam saat kita tidur, menghindari sarapan akan membuat tubuh menyimpan cadangan lemak karena mengira kita kekurangan makan. Ini adalah bagian dari sistem survival tubuh.

Bila kita berdiet tetapi memiliki waktu makan yang teratur, secara alami berat badan akan menurun karena tubuh "mempercayai" kita kembali.

- Jangan mengingkari diri

Menghindari makanan tertentu justru akan membuat Anda lebih mudah tergoda jika melihat atau memikirkan makanan itu. Justru dengan tidak membuat pantangan, godaan itu akan berkurang. Memang mengasup cokelat atau cake setiap hari bisa membuat jarum timbangan melonjak, tetapi satu atau dua kali dalam seminggu masih tidak apa-apa.

- Buat variasi

Lihatlah apa yang orang kebanyakan makan, mereka hanya mengasup sarapan dan makan siang dengan menu yang sama setiap harinya selama bertahun-tahun. Buatlah variasi dan makanlah beragam jenis makanan. Fokuslah pada apa yang ada dalam menu makan Anda dan bukan pada apa yang tidak boleh dimakan.

- Jangan takut karbohidrat

Tidak perlu takut pada karbohidrat, apalagi jenis karbohidrat kompleks seperti beras merah atau roti yang mengandung serelia utuh sangat penting karena mengandung mineral esensial, serat, dan menstabilkan gula darah. Anda tidak harus mengasupnya dalam jumlah besar, secukupnya saja.

- Konsentrasi

Saat makan, konsentrasilah pada isi piring Anda. Hindari makan sambil menonton TV, mengerjakan sesuatu di laptop atau memainkan ponsel Anda. Luangkan waktu untuk sungguh-sungguh menikmati makanan. Jika Anda tidak berkonsenstrasi pada apa yang dimakan, Anda tidak akan merasa sudah makan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau