JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Piala Thomas Indonesia punya banyak pilihan strategi di sektor ganda. Dengan materi pemain yang kekuatannya hampir merata, rotasi pemain dan pergantian pasangan sangat memungkinkan.
"Kondisi ini menguntungkan karena kita bisa memilih pasangan yang karakternya sesuai dengan lawan kita. Ini juga menguntungkan untuk merotasi pemain, sehingga stamina mereka sudah cukup bugar ketika harus tampil lagi," kata pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry IP, di sela-sela latihan tim di Cipayung, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Untuk sektor ganda, tim Thomas Indonesia diisi pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan, Hendra AG/Alvent Yulianto dan juara Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan.
Herry menambahkan, strategi pergantian pasangan bisa dilakukan baik ketika tim Indonesia menghadapi tim lemah maupun tim kuat, seperti Malaysia, Korea Selatan, atau China.
"Keuntungan dari strategi ini ketika melawan tim kuat adalah bisa mengejutkan lawan, karena mereka tidak akan mudah membaca permainan pemain kita," kata Herry.
Pada Piala Sudirman tahun 2011 lalu, strategi ini berjalan dengan baik, saat Indonesia menghadapi Denmark di semi final. Ketika itu, tim Indonesia memasangkan Alvent dengan Ahsan. Hasilnya, mereka berhasil mencuri kemenangan dari pemain nomor satu dunia andalan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen 23-21, 21- 17.
Untuk babak penyisihan Piala Thomas di Makau, 13-19 Februari mendatang, Indonesia tergabung di grup B bersama India, Singapura dan tuan rumah Makau.
Dari hitung-hitungan kekuatan, Indonesia seharusnya bisa juara grup. Jika skenario ini mulus, di perempat final tim Merah Putih kemungkinan akan melawan Malaysia, yang diperkirakan akan keluar sebagai runner-up grup D.
Dilihat dari materi pemain, Malaysia punya keunggulan di tunggal pertama yang akan menurunkan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Sementara di ganda, mereka punya pasangan nomor enam dunia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Dua tunggal dan satu ganda lainnya, seharusnya bisa dikuasai Indonesia.
Jika mau aman, pemain ganda pertama harus bisa menaklukkan pasangan Koo/Tan. Peran ini bisa diambil pasangan Bona/Ahsan. Dari lima kali pertemuan, mereka menang dalam tiga pertemuan terakhir.
Jika Indonesia lolos dari hadangan Malaysia, target tiket putaran final di Wuhan akan berada dalam genggaman. Namun, untuk bisa tampil sebagai juara di babak penyisihan di Makau, Indonesia harus bersiap melawan Korea Selatan dan China.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang