Jakarta, Kompas -
”Kondisi ini menguntungkan karena kami bisa memilih pasangan yang karakternya sesuai dengan lawan kami. Ini juga menguntungkan untuk merotasi pemain sehingga stamina mereka sudah cukup bugar ketika harus tampil lagi,” kata pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry IP, di sela-sela latihan tim di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/2).
Untuk sektor ganda, tim Thomas Indonesia diisi pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan, Hendra AG/Alvent Yulianto, dan juara Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan.
Herry menambahkan, strategi pergantian pasangan bisa dilakukan baik ketika tim Indonesia menghadapi tim lemah ataupun tim kuat, seperti Malaysia, Korea Selatan, atau China. ”Keuntungan dari strategi ini ketika melawan tim kuat adalah bisa mengejutkan lawan karena mereka tak akan mudah membaca permainan pemain kita,” kata Herry.
Pada Piala Sudirman tahun 2011, strategi ini berjalan dengan baik saat Indonesia menghadapi Denmark di semifinal. Ketika itu tim Indonesia memasangkan Alvent dengan Ahsan. Hasilnya, mereka berhasil mencuri kemenangan dari pemain nomor satu dunia andalan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 23-21, 21- 17.
Untuk babak penyisihan Piala Thomas di Makau tanggal 13-19 Februari mendatang, Indonesia tergabung di Grup B bersama India, Singapura, dan tuan rumah Makau. Dari hitung-hitungan kekuatan, Indonesia seharusnya bisa juara grup.
Jika skenario ini mulus, di perempat final tim ”Merah Putih” kemungkinan akan melawan Malaysia, yang diperkirakan akan keluar sebagai runner-up Grup D. Dilihat dari materi pemain, Malaysia punya keunggulan di tunggal pertama yang akan menurunkan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Sementara di ganda, mereka punya pasangan nomor enam dunia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Dua tunggal dan satu ganda lainnya seharusnya bisa dikuasai Indonesia. Jika mau aman, pemain ganda pertama harus bisa menaklukkan pasangan Koo/ Tan. Peran ini bisa diambil pasangan Bona/Ahsan. Karena dari lima kali pertemuan, mereka menang dalam tiga pertemuan terakhir.
Jika Indonesia lolos dari hadangan Malaysia, target tiket putaran final di Wuhan akan berada dalam genggaman. Namun, untuk bisa tampil sebagai juara di babak penyisihan di Makau, Indonesia harus bersiap melawan Korsel dan China.
Meski secara materi pemain ganda kita cukup kuat, tetap tidak akan mudah ketika harus berhadapan dengan para pemain China ataupun Korea. Menurut Herry, kelemahan yang menonjol ganda putra kita adalah sistem permainan bertahan.
Oleh karena itu, kata Herry, fokus latihan pemain dititikberatkan pada kemampuan mengatasi tekanan dan kecepatan merespons serangan lawan. Seperti yang dipergakan dalam latihan kemarin, setiap pasangan diadu dalam permainan dengan menghadapi tiga pemain.
Tim Indonesia punya kesempatan latihan selama sepekan sebelum berangkat ke Makau pada 9 Februari mendatang.