Max: Tak Ada yang Bisa Desak Anas

Kompas.com - 02/02/2012, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua mengatakan, tidak ada kader yang dapat mendesak mundur atau mempertahankan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum PD. Semuanya keputusan ada di tangan Anas.

"Kalau nonaktif itu tergantung Anas sendiri bagaimana dia bersikap. Apa dia tetap menunggu proses hukum. Tidak ada orang yang bisa memaksakan Anas nonaktif atau bertahan," kata Max ketika dihubungi, Kamis (2/2/2012).

Max dimintai tanggapan atas desakan Ruhut Sitompol, politikus PD, agar Anas mundur sementara hingga kasus yang menyeretnya tuntas. Menurut Ruhut, beberapa Ketua Dewan Pimpinan Daerah juga mendesak hal yang sama.

Max mengatakan, desakan itu bukan hanya dari daerah saja, namun juga terjadi di tingkat pusat. Max menilai wajar desakan tersebut lantaran mereka merasa memiliki partai dan bentuk demokrasi.

"Demokrat menyerahkan ini pada masalah hukum. Kondisi sekarang paling tidak tunggu keputusan hukum untuk jadi acuan. Kita ingin cepat selesai proses hukum supaya semua selesai terkait partai Demokrat," kata anggota Komisi I DPR itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau